"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"
Tampilkan postingan dengan label teknologi benih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi benih. Tampilkan semua postingan

Deteksi Patogen Benih Cabe di PT. BISI Internasional, Tbk.


PT. BISI Internasional, Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbenihan tanaman pangan dan hortikultura. Sebagai perusahaan multinasional yang senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki fasilitas laboratorium dan pabrik yang modern, PT. BISI International, Tbk. telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah sebagai Instalasi karantina tumbuhan dan memiliki wewenang untuk mengevaluasi kesehatan benih karena memiliki Sertifikat Karantina Mandiri yang diterbitkan melalui SK Menteri tahun 2006.
Disamping itu PT. BISI International, Tbk. juga mendapatkan Akreditasi Sistem Mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura LSSM - BTPH pada tahun 2000. Juga pada tahun 2005 mendapat Sertifikat untuk Sertifikasi Sistem Managemen Mutu sesuai standar SNI dan LSSM - BTPH dan KAN (Komite Akreditasi Nasional). Ditahun yang sama, PT. BISI International, Tbk. mulai mengembangkan Eksport hingga ke Mancanegara antara lain China, Philipina, Jepang, Vietnam dan Malaysia yang kemudian dikembangkan lagi pemasarannya ke India pada tahun 2008. PT. BISI International, Tbk. juga senantiasa melakukan pembaharuan izin-izin yang dimiliki.
Praktikum lapangan ini diperlukan untuk mengetahui metode deteksi patogen benih cabe serta permasalahan dan solusinya di PT. BISI Internasional, Tbk.

IMBIBISI


ABSTRAKSI
Praktikum Imbibisi Benih ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 16 Oktober 2011 di Laboratorium Teknologi Benih, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Alat-alat yang digunakan dalam acara ini adalah petridish, timbangan elektrik, pisau, dan alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan adalah aquades, tisu, benih kacang tanah (Arachis hypogeae), kedelai (Glycine max), dan jagung (Zea mays). Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui peran air dalam perkecambahan benih dan untuk mengetahui laju imbibisi beberapa jenis benih. Parameter yang digunakan adalah kadar air awal tiap benih dan berat benih setelah direndam dalam air selama 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Semakin tinggi kadar air benih mengakibatkan laju imbibisi semakin rendah. Laju imbibisi tercepat terjadi pada benih kedelai, diikuti benih kacang tanah, kemudian benih jagung.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...