Diagnosis penyakit yang
disebabkan bakteri dan identifikasi bakteri penyebabnya terutama didasarkan
pada gejala penyakit, terdapatnya bakteri dalam jumlah besar secara terus
menerus pada daerah terserang, dan tidak terdapat patogen lain di tempat
tersebut. Telah tersedia medium selektif untuk pemeliharaan secara selektif
untuk hampir semua jenis bakteri patogenik tumbuhan yang bebas dari saprofit
umum, sehingga dapat diidentifikasi sampai tingkat genus bahkan sampai tingkat
spesies (Agrios, 1996).
"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"
Tampilkan postingan dengan label perbenihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perbenihan. Tampilkan semua postingan
Deteksi Bakteri Patogen Benih Cabe Keriting (Capsicum Annum)
Cari artikel dengan kata kunci serupa:
artikel ilmiah,
cabe keriting,
deteksi patogen,
fitopatologi,
Hypersensitive reaction (HR),
pengenceran,
perbenihan,
Pertanian,
tembakau,
uji hipersensitif
Deteksi Jamur Patogen Benih Cabe
Fungi atau jamur merupakan penyebab penyakit infeksi yang utama pada
tanaman. Jamur merusak tanaman dengan berbagai cara. Misalnya
spora yang masuk ke dalam bagian tanaman lalu mengadakan pembelahan dengan cara
pembesaran sel yang tidak teratur sehingga menimbulkan bisul-bisul. Pertumbuhan
yang tidak teratur ini mengakibatkan sistem kerja jaringan pengangkut air
menjadi terganggu sehingga kehidupan tanaman menjadi merana (Wudianto, 1999).
Salah satu penyakit utama pada
pertanaman cabai yang disebabkan oleh cendawan adalah antraknosa atau pathek. Kerugian yang disebabkan oleh
antraknosa dapat mencapai 60 % atau lebih (Duriat et al., 1991; Hartman
dan Wang, 1992).
Cari artikel dengan kata kunci serupa:
artikel ilmiah,
Aspergillus sp,
blotter,
cabe rawit,
deteksi patogen,
fitopatologi,
jamur,
patologi benih,
perbenihan,
Pertanian
PENANGKARAN BENIH
Pemerintah Indonesia telah bertekad untuk meningkatkan produksi tanaman pangan agar Indonesia mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan pangan utama masyarakat. Untuk mencapai target tersebut telah diimplementasikan sejumlah kegiatan. Satu diantaranya adalah penyediaan benih bermutu melalui pemberian bantuan dan subsidi benih VUB (varietas unggul baru) bersertifikat. Varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi yang penting untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani. Ketersediaan benih bermutu mutlak diperlukan. Dalam pertanian modern benih berperan sebagai paket keunggulan teknologi bagi petani. Paket keunggulan teknologi tersebut harus terus berkembang dan dapat tersedia secara 6 tepat (varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi dan harga) bagi petani. Hal ini dapat diwujudkan dengan adanya system perbenihan yang mantap dan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya industri benih nasional. Ketersediaan varietas unggul baru (VUB) yang berdaya hasil tinggi yang telah dirilis cukup banyak, namun upaya penangkarannya untuk mendukung ketersediaan benih masih sangat terbatas, terutama pada sentra-sentra produksi tanaman pangan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan perbanyakan melalui penangkaran benih unggul sangat perlu dilakukan, guna mendukung ketersedian benih varietas unggul dan meringankan beban pemerintah. Penangkaran benih bertujuan untuk memproduksi benih bermutu untuk memenuhi kebutuhan benih di suatu daerah.Penangkaran benih di petani merupakan wujud kemandirian dan keswadayaan petani.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan perbanyakan melalui penangkaran benih unggul sangat perlu dilakukan, guna mendukung ketersedian benih varietas unggul dan meringankan beban pemerintah. Penangkaran benih bertujuan untuk memproduksi benih bermutu untuk memenuhi kebutuhan benih di suatu daerah.Penangkaran benih di petani merupakan wujud kemandirian dan keswadayaan petani.
1. Penangkaran Benih Penjenis
Berdasarkan perarturan pemerintah, penangkar yang diperkenankan untuk melaksanakan penangkaran benih penjenis adalah lembaga penelitian, universitas, Balai Benih Induk yang telah terakreditasi karena memenuhi persyaratan. Pengawasan penangkaran benih pada institusi atau lembaga terebut berada dibawah pengawasan pemulia tanaman.
2. Penangkaran Benih Sumber
Penangkaran yang diizinkan untuk menangkarkan benih dari Benih Penjenis ke Benih Sumber/Benih dasar adalah Balai Benih Induk dan atau penangkar swasta yang telah terakreditasi karena telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah. Pengawas penangkar benih sumber adalah pemulia tanaman yang bersangkutan atau tenaga ahli yang ditunjuk oleh pemerintah.
3. Penangkar Benih Pokok
di berbagai desa banyak ditemukan kelompok penangkar benih pokok. Benih yang ditanam adalah benih dengan warna label ungu. Sebelum menanam kelompok harus melapor ke BPSB untuk memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi sebagai kelompok penangkar. SEbagai bukti penanaman varietas dan asal usul tanaman, kelompok harus melaporkan bukti label benih yang ditanam. Hal baru yang ditemui panangkar adalah rouging yaitu mencabut atau membuang varietas yang tidak sesuai dengan varietas yang ditanam. Bagi petani yang baru memulai penangkaran, rasanya sayang sekali untuk membuang tanaman tersebut. Rouging sangat penting dilakukan karena rouging sangat menentukan kemurnian benih padi yang akan dihasilkan oleh kelompok penangkar. Selain mengawasi kelompok penangkar, BPSB juga mengirim perwakilan kelompok penangkar untuk mengikuti pelatihan tentang penangkaran tanaman yang ditanam. Pelatihan bertujuan untuk menambah wawasan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan penangkaran.
Berikut adalah tempat – tempat penangkaran benih yang sudah ada :
- Penangkaran Benih Padi Vaietas Unggul Baru di Provinsi Gorontalo
- Penangkaran Benih Padi Prima Lestari
- Penangkaran Bibit Karet Unggul
Kendala Yang Di Hadapi :
Sudah ada berbagai kelompok penangkar benih di pedesaan, namun teknikpenangkarannya masih dilakukan sebagaimana cara memproduksi tanaman untuk konsumsi. Berbagai jenis varietas termasuk varietas lokal berada pada kawasan penangkaran tanpa mengetahui perananan isolasi waktu atau jarak dan tidak melakukan rouging, sehingga kualitas genetik cenderung menurun. Sampel benih tidak lulus karena terdapat campuran varietas lain yang jumlahnya melebihi standard yang telah ditetapkan. Fakta juga menunjukkan bahwa kegagalan utama penangkar dalam memperoleh label di BPSP karena tidak memenuhi persyaratan kadar air, sehingga dalam pembinaan penangkaran benih perlu pemberdayaan prosesing benih (terutama cara pengeringan) agar diperoleh benih yang berkualitas, selain sortasi, cara pengemasan dan penyimpanan benih juga penting.
DAFTAR PUSTAKA
BPTP Gorontalo. 2009. Penangkaran. . Diakses tanggal 19 Mei 2011.
Sinar Tani. 2011.Industri Benih Di Tingkat Petani Solusi Jitu Mengatasi Persoalan Benih. . Diakses tanggal 19 Mei 2011.
Kurnia. 2011.Penangkaran Benih Padi Prima Lestari. . Diakses tanggal 19 Mei 2011.
Indowarta. 2010. Penangkaran Bibit Karet Unggul Diresmikan. . Diakses tanggal 19 Mei 2011.
Pitojo, Setijo. 2004. Benih Kentang. Kanisius, Yogyakarta.
Cari artikel dengan kata kunci serupa:
perbenihan
Langganan:
Postingan (Atom)
Baca juga
Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1
Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...