DOWNLOAD MAKALAH LENGKAP
I. TUJUAN PENELITIAN
1. Mengenal struktur seldan jaringan pada berbagai macam sel hewan.
2. Mengetahui bagian-bagian sel hewan.
3. Mengetahui susunan dan letak bagian-bagian sel pada jaringan hewan.
4. Mengetahui perbedaan antar berbagai macam dan jaringan pada hewan.
5. Dapat membedakan antara susunan sel tumbuhan dan susunan sel hewan.
II. DASAR TEORI
1. Sebuah sel adalah suatu unit fungsional dan structural terkecil makhluk hidup yang dapat menopang kehidupan.
2. sel pada hewan tidak memiliki dinding sel.
3. plastida merupakan organel-organel terbesar pada sel hewan yang jelas terlihat di bawah mikroskop sederhana.
III. ALAT DAN BAHAN
1. Mikroskop cahaya
2. Preparat awetan jaringan hewan
V. CARA KERJA
1. satu-persatu letakkan setiap sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran sedang.
2. atur pencahayaan hingga obyek terlihat jelas.
3. amati setiap bagiannya.
"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
PENGAMATAN STRUKTUR SEL TUMBUHAN
DOWNLOAD MAKALAH LENGKAP
I. TUJUAN PENELITIAN
1. Mengenal susunan sel pada Allium cepa, Rhoeo dishcolor, dan Manihot utilisum .
2. Mengetahui bagian-bagian sel tumbuhan.
3. Mengetahui susunan dan letak dinding sel, cytoplasma, nucleus, dan plastida dalam satu sel
4. Mengetahui perbedaan antara sel yang menyusun Allium cepa, Rhoeo dishcolor, dan Manihot utilisum
II. DASAR TEORI
1. Sebuah sel adalah suatu unit fungsional dan structural terkecil makhluk hidup yang dapat menopang kehidupan.
2. sel pada tumbuhan setidaknya memiliki dinding sel, protoplasma(cytoplasma, nucleus), vakuola sentral, dan plastida.
3. sel tumbuhan yang menyusun benang sari memiliki sifat dinamik sepeti gejala aliran protoplasma atau siklosis.
4. plastida merupakan organel-organel terbesar pada sel tumbuhan yang jelas terlihat di bawah mikroskop sederhana.
III. ALAT
1. Mikroskop cahaya
2. Deg glass
3. penutup deg glass
4. silet
5. tissue
6. pipet
7. air
IV. BAHAN
1. Allium cepa / bawang merah
2. Rhoeo dishcolor / bunga pikno
3. Manihot utilisum / gabus
V. CARA KERJA
A. Bawang merah
1. sediakan deg glass yang bersih,kemudian beri setetes air bersih menggunakan pipet.
2. belah bawang merah menjadi dua menggunakan tangan sehingga tinggal satu lapisan yang tidak terbelah, ambil dan letakkan lapisan tersebut ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca penutup.
3. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran sedang.
B. Bunga pikno
1. sediakan deg glass yang bersih, kemudian beri setetes air bersih menggunakan pipet.
2. ambil sehelai serabut benang sari, letakkan ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca penutup.
3. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran sedang.
C. Gabus
1. sediakan deg glass yang bersih kemudian beri setetes air bersih menggunakan pipet.
2. sayat gabus (bagian tengah dari batang ketela pohon) setipis mungkin (hampir tansparan).
3. letakkan sayatan gabus ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca penutup.
4. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran sedang.
I. TUJUAN PENELITIAN
1. Mengenal susunan sel pada Allium cepa, Rhoeo dishcolor, dan Manihot utilisum .
2. Mengetahui bagian-bagian sel tumbuhan.
3. Mengetahui susunan dan letak dinding sel, cytoplasma, nucleus, dan plastida dalam satu sel
4. Mengetahui perbedaan antara sel yang menyusun Allium cepa, Rhoeo dishcolor, dan Manihot utilisum
II. DASAR TEORI
1. Sebuah sel adalah suatu unit fungsional dan structural terkecil makhluk hidup yang dapat menopang kehidupan.
2. sel pada tumbuhan setidaknya memiliki dinding sel, protoplasma(cytoplasma, nucleus), vakuola sentral, dan plastida.
3. sel tumbuhan yang menyusun benang sari memiliki sifat dinamik sepeti gejala aliran protoplasma atau siklosis.
4. plastida merupakan organel-organel terbesar pada sel tumbuhan yang jelas terlihat di bawah mikroskop sederhana.
III. ALAT
1. Mikroskop cahaya
2. Deg glass
3. penutup deg glass
4. silet
5. tissue
6. pipet
7. air
IV. BAHAN
1. Allium cepa / bawang merah
2. Rhoeo dishcolor / bunga pikno
3. Manihot utilisum / gabus
V. CARA KERJA
A. Bawang merah
1. sediakan deg glass yang bersih,kemudian beri setetes air bersih menggunakan pipet.
2. belah bawang merah menjadi dua menggunakan tangan sehingga tinggal satu lapisan yang tidak terbelah, ambil dan letakkan lapisan tersebut ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca penutup.
3. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran sedang.
B. Bunga pikno
1. sediakan deg glass yang bersih, kemudian beri setetes air bersih menggunakan pipet.
2. ambil sehelai serabut benang sari, letakkan ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca penutup.
3. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran sedang.
C. Gabus
1. sediakan deg glass yang bersih kemudian beri setetes air bersih menggunakan pipet.
2. sayat gabus (bagian tengah dari batang ketela pohon) setipis mungkin (hampir tansparan).
3. letakkan sayatan gabus ke atas deg glass kemudian tutup dengan kaca penutup.
4. letakkan sediaan di bawah mikroskop, periksa dengan perbesaran sedang.
Quo Vadis TNI AU
DOWNLOAD HALAMAN DEPAN
DIWNLOAD ISI
Berbagai peristiwa buruk telah menggambarkan betapa buruk keadaan TNI Angkatan Udara saat ini. Oleh karena itu, penulis berusaha mengkaji keadaan TNI Angkatan Udara secara lebih intensif, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut agar harga diri Bangsa Indonesia tidak lagi diinjak-injak oleh negara lain, serta kecalakan udara dapat dicegah.
Saat ini TNI AU dihadang problematika yang cukup besar, ditinjau dari usia persenjataannya terutama pesawat-pesawatnya sampai dengan anggaran yang semakin kecil dan tidak memadai untuk pengadaan peralatan baru serta perawatannya.
Berbagai kecelakaan dan peristiwa buruk lainnya seperti pelanggaran teritorial telah menjadi bukti nyata dampak dari lemahnya TNI yang disebabkan oleh minimnya kualitas intern TNI tersebut saat ini.
Berbagai peningkatan perlu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan lebih banyak lagi. Selain itu, Indonesia juga dapat mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain secara berkelanjutan.
oleh: Damar A.W.
DIWNLOAD ISI
Berbagai peristiwa buruk telah menggambarkan betapa buruk keadaan TNI Angkatan Udara saat ini. Oleh karena itu, penulis berusaha mengkaji keadaan TNI Angkatan Udara secara lebih intensif, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut agar harga diri Bangsa Indonesia tidak lagi diinjak-injak oleh negara lain, serta kecalakan udara dapat dicegah.
Saat ini TNI AU dihadang problematika yang cukup besar, ditinjau dari usia persenjataannya terutama pesawat-pesawatnya sampai dengan anggaran yang semakin kecil dan tidak memadai untuk pengadaan peralatan baru serta perawatannya.
Berbagai kecelakaan dan peristiwa buruk lainnya seperti pelanggaran teritorial telah menjadi bukti nyata dampak dari lemahnya TNI yang disebabkan oleh minimnya kualitas intern TNI tersebut saat ini.
Berbagai peningkatan perlu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan lebih banyak lagi. Selain itu, Indonesia juga dapat mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain secara berkelanjutan.
oleh: Damar A.W.
Cari artikel dengan kata kunci serupa:
makalah
lap bio2 - EFEK KERJA ENZIM OLEH PERLAKUAN TERTENTU

I. TUJUAN
1. Mengamati reaksi antara enzim katalase dengan hydrogen peroksida
2. Mengamati pengaruh pH terhadap kerja enzim katalase
3. Mengamati pengaruh suhu / pemanasan terhadap kerja enzim katalase
II. METODE DAN SAMPEL
Analisa penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan merujuk pada berbagai referensi yang ada.
Untuk menjawab rumusan masalah, dalam percobaan ini dilakukan pengelompokan kedalam lima sampel. Empat kategori merupakan variable bebas penelitian dan yang satu meupakan variable kontrol.
1. sampel A
filtrate hati ayam Murni 1cc
2. sampel B
filtrate hati ayam 1cc + H2SO4 (asam) satu pipet
3. sampel C
filtrate hati ayam 1cc + NaOH (basa) satu pipet
4. sampel D
filtrate hati ayam 1cc dipanaskan 37 - 40 C hingga berwarna putih kelabu
5. sampel E
filtrate hati ayam 1cc dipanaskan +/- 60 C hingga rusak dan timbul gelembung udara
III. ALAT DAN BAHAN
Alat-alat dan bahan yang digunakan antara lain:
1. Hati ayam segar
2. Hydrogen peroksida (H2O2)
3. Asam sulfat (H2SO4)
4. Natrium hidroksida / soda api (NaOH)
5. Pelarut / Air murni
6. Tabung reaksi 7 buah
7. Rak tabung reaksi
8. lumpang dan alu porselen
9. kompor Bunsen
10. lidi 1 batang
11. Korek api
12. Kertas saring / tissue
13. Pipet panjang 2 buah
14. Pisau
15. Corong
16. Label
17. Kain lap
18. Sabun cuci
IV. CARA KERJA
Setelah mempersiapkan semua alat dan bahan, kemudian yang harus dilakukan secara umum adalah:
1. Cincang atau remas-remas hati ayam sampai hancur, tambahkan air secukupnya
2. Ambil filtrate hati dengan menyaring menggunakan tissue. Masukkan ke dalam tabung reaksi F
3. Bagi filtrate ke dalam 5 tabung, A,B,C,D,E
Untuk sampel A: langsung lakukan 3 langkah terakhir
Untuk sampel B: masukkan larutan asam, lalu lakukan 3 langkah terakhir
Untuk sampel C: masukkan larutan basa, lalu lakukan 3 langkah terakhir
Untuk sampel D: panaskan antara 37 - 40 C, diamkan sebentar, lalu lakukan 3 langkah terakhir
Untuk sampel E: panaskan antara 60 C, lalu lakukan 3 langkah terakhir
Langkah terakhir yang dilakukan pada setiap sampel yaitu:
1. Teteskan 5 tetes H2O2 pada mulut tabung, tunggu beberapa detik
2. Bakar lidi dengan Bunsen, tiup api sampai timbul bara pada lidi. Masukkan bara ke mulut tabung.
3. Lakukan langkah ke-2 hingga 2 – 3 kali atau hingga tidak terjadi letupan saat bara dimasukkan ke mulut tabung.
Catatan:
o Tangan kiri memegang tabung reaksi, tangan kanan menetesi H2O2.
o Ibu jari kiri menutup mulut tabung rapat-rapat.
V. HASIL

Keterangan:
a = sangat banyak
b = banyak
c = sedikit
d = tidak ada
VI. PEMBAHASAN
Dalam percobaan ini digunakan hati ayam. Dalam sel-sel hati terdapat enzim katalase yang mampu menguraikan racun termasuk hydrogen peroksida atau peroksida air (H2O2) menjadi air dan oksigen menurut reaksi berikut.
Enzim katalase
2H2O2 ---------------- 2H2O + O2
Pada hasil penelitian dapat dilihat bahwa kondisi optimal di mana enzim mampu menghasilkan energi paling besar adalah dengan pemanasan 37 – 40 C. pada kondisi ini, gelembung O2 yang dihasilkan cukup banyak dengan tekanan yang sangat besar, serta mampu memicu letupan bara api hingga lebih dari 10 kali.
Jika dibandingkan dengan kondisi lainnya, apabila diasumsikan bahwa nilai a = 9, b = 8, c = 7, d = 6. Maka dapat dibentuk pemetaan pebandingan berikut.

Titik puncak yang berwarna paling muda adalah kondisi paling optimal bagi kinerja enzim.
Pada umumnya, sifat-sifat dari berbagai macam enzim adalah sama.
Penambahan asam, basa, maupun pemanasan yang ekstrim dapat merusak enzim yang mampu mempercepat terjadinya reaksi. Sehingga secara spesifik kerusakan enzim ini dapat mengakibatkan tidak terjadinya reaksi pembentukan O2.
VII. SIMPULAN
Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa. Penambahan asam, basa, maupun pemanasan yang ekstrim dapat merusak enzim. Sedangkan kondisi optimal enzim pada pemanasan 37 – 40 C.
VIII. REGU PENELITIAN (Kelas XII IPA 2)
1. Fathin Nabihaty
2. Nur Meida R.
Langganan:
Postingan (Atom)
Baca juga
Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1
Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...