"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"
Tampilkan postingan dengan label imbibisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imbibisi. Tampilkan semua postingan

Permiabilitas dan Perkecambahan Berbagai Warna Benih Sorgum

Sutopo (2002) menyebutkan bahwa dormansi benih dapat disebabkan oleh impermeabilitas kulit biji terhadap air atau permeabilitas yang rendah terhadap gas, atau resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio. Morris (2000) menyebutkan bahwa dormansi yang disebabkan oleh kulit benih dapat terjadi karena adanya komponen penyusun benih baik yang bersifat fisik dan atau kimia.
Sebagian besar biji legume mengandung tannin. Di antara bahan pakan yang tinggi kandungan taninnya adalah biji Sorgum bicolor L. yang dapat mencapai 2,7 dan 10,2 % catechin equivalent. Pada 24 varietas lainnya 0,05-3,67 % catechin equivalen. Kandungan tannin pada sorgum sering dihubungkan dengan warna kulit luar yang gelap (Abridianto, 2011).

IMBIBISI


ABSTRAKSI
Praktikum Imbibisi Benih ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 16 Oktober 2011 di Laboratorium Teknologi Benih, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Alat-alat yang digunakan dalam acara ini adalah petridish, timbangan elektrik, pisau, dan alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan adalah aquades, tisu, benih kacang tanah (Arachis hypogeae), kedelai (Glycine max), dan jagung (Zea mays). Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui peran air dalam perkecambahan benih dan untuk mengetahui laju imbibisi beberapa jenis benih. Parameter yang digunakan adalah kadar air awal tiap benih dan berat benih setelah direndam dalam air selama 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Semakin tinggi kadar air benih mengakibatkan laju imbibisi semakin rendah. Laju imbibisi tercepat terjadi pada benih kedelai, diikuti benih kacang tanah, kemudian benih jagung.

mengapa biji legume lebih cepat rusak dari pada biji graminae?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan biji legume (yang dalam hal ini berfungsi sebagai benih) dari pada graminae:

1. relatifitas kondisi kulit biji legume. Kebanyakan jenis dari famili leguminosae menunjukkan dormansi fisik, yang disebabkan oleh struktur morfologis dari kulit biji yang rumit. Kondisi kedap air kulit biji  legum relatif,  dalam arti bahwa bermacam-macam jenis, bermacam-macam tingkatan kemasakan dan bermacam-macam individu dalam lot benih homogen menunjukkan tingkat  ketahanan terhadap penyerapan air (imbibisi) yang berbeda. Strutur kulit biji tersebut terdiri dari 4 lapisan yang sangat berbeda, yaitu:
1.              Kuticula adalah lapisan yang paling luar yang berlilin yang bersifat menolak air.
2.              Macrosclereids atau lapisan palisade yang terdiri dari sel-sel bentuk panjang, sempit,  terbungkus rapat,  vertikal.
3.              Osteosclereids yaitu lapisan yang terdiri dari sekelompok sel yang terbungkus longgar.
4.              Lapisan parenchyma yang tersusun oleh lapisan sel yang sedikit terdifrensiasi.
Impermeabilitas ditentukan oleh dua lapisan luar, sekali lapisan-lapisan tersebuat dapat tembus air, benih dapat mudah menyerapnya. Ketebalan kulit biji dan ketebalan masing-masing  lapisan berfariasi menurut jenis (Del, 1980 dalam Schmidt 2002).

2. kadar air benih saat dipanen dan saat penyimpanan. Kadar air benih merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi daya simpan benih.Jika kadar air benih terlalu tinggi dapat memacu respirasi dan berbagai cendawan dapat tumbuh (Wahyu Qamara Munisjah, dkk, 1991).
Umumnya tanaman sereallia dan boiji-bijian legume dipanen pada kadar air 20%. umumya kadar air biji 30% merupakan batas tertinggi untuk dipanen. Gandum dipanen pada kadar air biji 14-15%,kapas 12-14%,padi 18%,jagung 20-30%. Benih yang sanagt kering sangat peka terhadap kerusalkan mekanis serta pelukaan sampingan lainya.kerusakan seperti ini dapat menyebabkan bagian penting benih mengalami pecah atau retak pada bagian penting biji hingga benih tersebut peka terhadap serangan cendawan yang dapat menurunkan daya simpannya (Oren L.Justice dan Louis N.Bass, 1979).

3. kandungan cadangan makanan. Legume banyak mengandung protein yang merupakan tempat dan cadangan energi yang baik bagi bakteri dan cendawan. Sedangkan graminae lebih banyak mengandung karbohidrat.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...