"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"
Tampilkan postingan dengan label agriculture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agriculture. Tampilkan semua postingan

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata (L.)) SERTA PENGENDALIANNYA


Hama utama yang sering menyerang tanaman kacang hijau adalah Agromyza phaseolli (lalat kacang), penggerek polong Meruca testualitis dan Etiella zinckenella, kepik coklat Riptortus linearis Spodoptera sp, Plusia chalsites (ulat) dan kutu trips.
Selain kacang hijau, Agromyza phaseolli mempunyai tanaman inang lainnya yaitu: Kedelai, Kacang jago, Kacang tunggak, Kacang panjang, Kacang gude, Kacang Peda, dan Orok-orok. Tanda serangan awal berupa bintik-bintik putih pada kotiledon, daun pertama atau daun kedua, yaitu bekas tusukan alat peletak telur lalat. Tanda serangan larva pada kotiledon atau daun berupa telur atau garis lengkung berwarna coklat bekas gerakannya. Serangan larva sebelum umur 13 hari dapat menyebabkan kematian tanaman. Pada daerah endemik lalat bibit Agromyza phaseoli perlu tindakan perlakuan benih dengan insektisida Carbosulfan (10 g/kg benih) atau Fipronil (5 cc/kg benih).
Penggerek pucuk (Agromyza dolichostigma) tersebar di Formosa dan Indonesia. Serangga ini menyerang: Kacang Hijau, kedelai, Kacang Buncis, dan Kacang uci. Periode kritis tanaman terhadap serangan hama ini adalah 3-4 minggu untuk meletakkan telur-telurnya.
Penggerek batang (Melanagromyza sojae) tanaman inangnya yaitu: Kacang hijau, kedelai, Kacang gude dan Kacang uci. Lalat meletakkan telur pada tanaman muda, terutama yang berumur kurang dari 1 (satu) bulan. Jika serangan berat tanaman menjadi kerdil.
Hama-hama lalat kacang, lalat pucuk dan penggerek batang umumnya timbul pada saat cuaca kering dan didaerah dengan kesuburan tanah rendah. Untuk mengatasi hama-hama tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan varietas unggul yang tahan hama penyakit, Tanam serentak, Sanitasi tanaman terserang, serta Penyemprotan dengan insektisida apabila ditemukan intensitas serangan lebih besar dan tidak dapat dikendalikan dengan cara biologi.
Ulat grayak (Spodoptera litura) dapat hidup pada berbagai jenis tanaman, termasuk kacang tanah, kacang hijau, tembakau, Lombok, bawang merah dan ketela rambut. Larva muda hidup bergerombol memakan daun kecuali epidermis permukaan atas daun, sehingga dari jauh daun tampak berwarna keputuh-keputihan. Larva tua dapat memakan seluruh bagian helai daun muda, tetapi tidak memakan tulang daun tua. Larva dapat juga menyerang bunga dan polong muda. Serangan larva pada stadia pembungaan dan awal pembentukan polong dapat menggagalkan panen. Serangan pada tanaman muda dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan atau mematikan tanaman.
Ulat jengkel (Chrysodeixis chacites) memiliki beberapa tanaman inang antara lain: Kentang, Jagung, Tembakau, Apel, Kacang tanah, Sayur-sayuran, Kacang Hijau, Kacang tunggak. Serangan larva muda menyebabkan bercak-bercak putih pada daun karena yang tinggal hanya epidermis dan tulang daunnya. Sedang larva yang lebih besar dapat menyebabkan daun terserang habis atau tinggal beberapa tulang daunnya saja. Serangan larva terjadi pada tanaman stadia vegetative dan generatif.
Penggerek polong (Etiella zinckenella) tersebar luas didunia, sedangkan E.hobsini hanya diAsia Selatan, Asia Tenggara dan Australia. Tanaman inang lainnya adalah: Kedelai, Kacang panjang, Kacang Tunggal, Kacang kratak, Kacang tanah. Seekor larva penggerek polong dapat merusak beberapa polong dan biji. Tanda serangan pada biji dan bunga adanya gerekan dan butiran karena berwarna coklat yang terikat oleh benang pintal.
Pengisap polong (Riptortus linearis) tersebar di India, Filipina dan Indonesia. Tanaman inangnya adalah: Kacang Hijau, Kedelai, Kacang Panjang, Kacang Tunggak, Kacang gude, dan Dadap. Kepik hijau (Nezara viridula) atau lembing hijau menyerang tanaman kedelai, kacang hijau, kacang tunggak, padi, orok-orok, jagung dan kapas. Imago Riptortus linearis maupun Nezara viridula mulai datang di pertanaman sejak pembentukan bunga. Akibat serangannya menyebabkan biji dan polong kempis, polong gugur, biji menjadi busuk, berwarna hitam, kulit biji keriput dan adanya bercak coklat pada kulit biji. Periode kritis tanaman terhadap serangan pengisap polong adalah stadia pengisian biji.
Pengendalian terhadap hama-hama perusak polong dilakukan dengan cara pergiliran tanaman, tanam serempak dan penyemprotan insektisida apabila ditemukan intensitas serangan penggerek polong 2 %, populasi pengisap polong dewasa sepasang pada umur 45 hari setelah tanam dan populasi kepik hijau dewasa sepasang pada umur 45 hari setelah tanam. Pengendalian hama secara kimia dapat dilakukan dengan insektisida seperti Confidor, Regent, Curacron, Atabron, Furadan, atau Pegassus dengan dosis 2-3 ml/liter air dan volume semprot 500-600 liter/ha.
Penyakit utama kacang hijau antara lain bercak daun Cercospora canescens (bercak daun), Scierotium rolfsii, busuk batang, embun tepung Eryshipe polygoni, dan penyakit puru Elsinoe glycines. Pengendalian dilakukan dengan menanam varietas yang tahan penyakit atau dengan menggunakan fungisida. Pengendalian dengan penyemprotan fungisida seperti: Benlate, Dithane M-45, Baycor, Delsene MX 200 atau Dconil pada awal serangan dengan dosis 2 g/liter air. Penyakit embun tepung Erysiphe polygoni sangat efektif dikendalikan dengan fungisida hexaconazol yang diberikan pada umur 4 dan 6 minggu. Penyakit bercak daun efektif dikendalikan dengan fungisida hexalconzol yang diberikan pada umur 4, 5 dan 6 minggu. Beberapa varietas unggul tanaman kacang hijau tahan penyakit yaitu:

Varietas
Sifat Khusus
Murai
Tahan Penyakit bercak daun
Perkutut
Tahan penyakit embun tepung; agak tahan penyakit bercak daun
Kenari
Tahan terhadap penyakit bercak daun; toleran terhadap penyakit karat daun
Sriri
Tahan penyakit embun tepung
Manyar
Tahan penyakit bercak coklat daun
Nuri
Tahan penyakit bercak coklat daun
Walet
Tahan penyakit bercak coklat daun
Parkit
Tahan penyakit embun tepung
Merpati
Tahan penyakit embun tepung dan bercak coklat daun
Sriti
Tahan penyakit embun tepung dan bercak coklat daun
Murait
Tahan penyakit bercak daun Cercospora
Perkutut
Tahan penyakit Embun Tepung dan agak tahan terhadap bercak daun
Kutilang
Tahan penyakit Embun tepung
Fore Belu
Tahan penyakit Karat dan cukup tahan terhadap kekeringan.
Vima-1
Tahan penyakit Embun tepung


 
REFERENSI

Hartoyo, Dwi. 2011. Budidaya Kacang Hijau. < http://www.htysite.com/budi%20daya%20kacang%20hijau.htm >. Diakses 31 Oktober 2011.

B4KKAB SULSEL. 2011. Budidaya Kacang Hijau. < http://bp4kkabsukabumi.net/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=273 >. Diakses 31 Oktober 2011.

Arief. 2010. Budidaya Kacang Hijau. < http://epetani.deptan.go.id/budidaya/list/Kacang-kacangan >. Diakses 31 Oktober 2011.


BPTP SULSEL. 2011. Pengendalian Jasad Pengganggu Hama Utama Kedele dan Pengendaliannya. < http://sulsel.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=126%3Abudidaya-kedele&catid=47%3Apanduanpetunjuk-teknis--brosur-&Itemid=53&limitstart=4>. Diakses 31 Oktober 2011.

BPTP SULSEL. 2007. Budidaya Kacang Hijau. < http://sulsel.litbang.deptan.go.id/index.php?view=article&catid=48%3Apanduanpetunjuk-teknis-leaflet&id=143%3Abudidaya-kacang-hijau>. Diakses 31 Oktober 2011.


Global Warming Effect on Agriculture

TUGAS 1 B.INGGRIS
ARTIKEL 'GLOBAL WARMING'
FATHIN NABIHATY

Naturally, on file humidity or carbon dioxide in atmosphere, together various other gas types, assists earth to detain sunshine temperature. In consequence, earth felt warmness and we can live here border on of all the universe along with its contents. Effect act of the man has peeped out assorted of gas type is following share in heating this our earth. New problem emerged, effect act of man also, produce of gas which "endangers" the nature cycle, simply would be collapsible duplicated at coming decade. This of course brought consequence enough horrifying. Worst estimate which been laid open the scientists that is warm-up would be global enough heights. Mean temperature in earth atmosphere increases between 4-6º Fahrenheit or 2-3º Celcius at two coming decades, change of weather pattern there will be and not as usual the year 1980-1990.
When the forecast becomes reality, means this world would increasingly temperature since before all at a period of which dating would. Even had not any people which able to ascertain how big and far of this global warm-up will happened and claimed by the scientists as very menaces life in world, what is clear is estimated by rotation of weather shall no longer be normal and varies.
Change of climate lately, change of weather and season changing every when is affecting of area damage. One of environmental damage because combustion activity of farm and forest done intentionallyly under the cloak of opening new farm etcetera, when environmental damage always happened, hence would very possible of global warm-up will increase, even can cause nature phenomenon appearance which so awful.
the increasing of global warming must be wide awaked. More than anything else result of observation of the experts shows one last centuries, happened improvement of global temperature because concentration of glasshouse gas in atmosphere. That happened as result of development growth of nations in a world of less with vision area, change impact of climate as result of improvement of glasshouse emission of gas hardly felt in Indonesia. More than anything else indonesia which located in equator will get bigger negativity impact than states outside equator. Besides Indonesia State is archipelagic country by floging thousand islands causing becomes a real state susceptible. One of impact which we worryed of is islands sinking threat like Kepri and other islands as result of increase of sea surface as impact of global warm-up. Besides floods symptom also increasingly increases, changing planting season causing agriculture process annoyed, and difficult of water having an in with agro product.
Change of climate causes various environmental problems like rainfall pattern which has resulted floods and earthflow. Besides also happened endless dry season. That thing according to him will affect changing it planting season pattern harming farmer like difficult to determine nursery bed, estimate of crop and insect, unforeseen pest.

---------------

Secara alamiah, kelembapan atau karbon dioksida yang tersimpan dalam atmosfir, bersama berbagai jenis gas lain, membantu bumi menahan panas sinar matahari. Karena itu, bumi terasa hangat dan kita bisa hidup di sini berdampingan dengan seluruh alam semesta beserta isinya. Akibat ulah manusia tersebut telah memunculkan berbagai macam jenis gas yang ikut andil dalam memanaskan bumi kita ini. Persoalan baru muncul, akibat ulah manusia juga, produksi gas yang “membahayakan” siklus alam itu, ternyata akan berlipat ganda pada decade nmendatang. Ini tentu membaewa konsekuensi cukup mengerikan. Perkiraan paling buruk yang pernah diungkapkan para ilmuwan yaitu, akan terjdi pemanasan global cukup tinggi. Artinya suhu di atmosfir bumi meningkat antara 4-6º Fahrenheit atau 2-3ºCelcius pada dua dekade mendatang, perubahan pola cuaca akan terjadi dan tidak seperti biasanya tahun 1980-1990.
Bila ramalan itu menjadi kenyataan, berarti dunia ini akan semakin panas dri sebelumnya pada masa-masa yang akan dating. Meski belum ada seseorangpun yang bisa memastikan berapa besar dan jauh pemanasan global ini bakal terjadi dan diklaim para ilmuwan sebagai amat mengancam kehidupan di dunia, yang jelas diperkirakan perputaran cuaca tidak lagi normal dan bervariasi.
Perubahan iklim belakangan ini, perubahan cuaca dan musim yang berubah setiap saat merupakan dampak dari kerusakan lingkungan. Salah satu kerusakan lingkungan karena kegiatan pembakaran lahan dan hutan yang dilakukan secara sengaja dengan dalih membuka lahan baru dan sebagainya,
Bila kerusakan lingkungan terus terjadi, maka akan sangat mungkin pemanasan global akan meningkat, bahkan bisa menyebabkan munculnya fenomena alam yang begitu dahsyat.
meningkatnya pemasanan global harus diwaspadi. Apalagi hasil pengamatan para ahli menunjukkan satu abad terakhir, terjadi peningkatan suhu global karena konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Hal itu terjadi akibat pertumbuhan pembangunan negara-negara di dunia yang kurang berwawasan lingkungan, dampak perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca sangat terasa di Indonesia. Apalagi indonesia yang terletak di khatulistiwa akan mendapatkan dampak negatif lebih besar daripada negara di luar khatulistiwa. Selain itu Negara Indonesia merupakan negara kepulauan dengan belasan ribu pulau sehingga menjadi negara yang sangat rentan. Salah satu dampak yang kita khawatirkan adalah ancaman tenggelamnya pulau-pulau seperti Kepri dan pulau-pulau lainnya akibat kenaikan permukaan air laut sebagai dampak dari pemanasan global. Selain itu gejala banjir juga semakin meningkat, musim tanam yang berubah sehingga proses pertanian terganggu, dan sulitnya air yang berpengaruh pada produksi pertanian.
Perubahan iklim menyebabkan berbagai persoalan lingkungan seperti pola curah hujan yang telah mengakibatkan banjir dan longsor. Selain itu juga terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Hal itu menurutnya akan berdampak berubahnya pola musim tanam yang merugikan petani seperti sulit menentukan pembibitan, perkiraan panen serta serangga, hama tak terduga. Dari segi kesehatan, habitat kehidupan yang tergangu menyebabkan meningkatnya penyakit seperti demam berdarah dan malaria.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...