"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

25 Oktober 2015

Poliploid, serta Penggunaan Simbol n dan x dalam Sitogenetik



Dalam genetika, kesalahan penulisan sedikit saja bisa jadi kesalahan fatal karena kesalahan perhitungan dan penafsiran. Salah satu kesalahan penulisan yang sering terjadi dalam pembahasan ilmu genetika, bahkan oleh tenaga pendidik, adalah penulisan simbol untuk poliploid. Sering kali penulisan simbol poliploidi disamakan dengan penulisan lambang generasi dalam siklus hidup, yaitu n. Padahal sebenarnya bukan demikian.

Poliploid adalah kondisi mahluk hidup yang mengalami poliploidi atau penggandaan kromosom. Cukup sulit mencari referensi petunjuk penulisan simbol poliploid yang benar, sampai akhirnya saya menemukan sebuah buku berbahasa inggris yang cukup bagus terbitan Rastogi Publications, Meerut, tahun 2007. Buku ini ditulis oleh Gupta P.K. dengan judul Cytogenetics. Salah satu bab di dalamnya membahas mengenai poliploidi pada tanaman tingkat tinggi. Dalam sub bab inilah saya menemukan penjelasan gamblang dengan terjemahan kurang lebih sebagai berikut1:

Poliploid dapat diklasifikasikan ke dalam autopoliploid dan allopoliploid, walaupun ada satu kelas pertengahan dari allopoliploid sebagian dan kelas lainnya yang menghubungkan antara autopoliploid dan allopoliploid tersebut, autoallopoliploid juga sering kali diuraikan dalam literatur. Oleh karena itu, didapatkan empat kelas utama poliploid, yaitu: (i) autopoliploid, (ii) allopoliploid, (iii) allopoliploid sebagian, dan (iv) autoallopoliploid.

Istilah amphiploid sering kali digunakan untuk menyebut allopoliploid, yang berarti bahwa poliploidinya diperoeh dari F1 hibrida interspesifik atau intergenerik antara dua tetuanya. Jika kedua tetuanya adalah diploid, maka amphiploid yang diperoleh dari kedua tetuanya disebut amphidiploids, yang mana seharusnya merupakan tetraploid. Kemungkinan lain jika kedua tetuanya poliploid adalah diperolehnya amphihiploid.

Penting untuk memahami penggunaan simbol n dan x dalam sitogenetik. 2n dan n berturut-turut melambangkan jumlah kromosom generasi sporofit dan gametofit (bukan berarti jumlah kromosom diploid dan haploid yang kadang disalah artikan), sementara x, 2x, 3x, 4x, dan seterusnya melambangkan tingkat ploidi yang berbeda. Oleh karena itu, akan salah jika menuliskan 3n atau 4n untuk individu triploid atau tetraploid. Suatu triploid seharusnya ditulis 2n = 3x, tetraploid ditulis 2n = 4x. Dengan cara yang sama, monoploid ditulis 2n = x, polihaploid dari tetraploid ditulis 2n = 2x dan polihaploid dari hexaploid ditulis 2n = 3x. suatu monoploid atau polihaploid melambangkan suatu generasi sporofit yang memiliki konstitusi kromosom gametofit dari masing-masing poliploidi dari n lebih dari 2n yang ditunjukkan di atas.

Ilustrasi poliploidi dan penulisan lambangnya (dimodifikasi dari sumber)
Dalam suatu diploid, setiap macam kromosomnya akan membentuk satu set kromosom yang disebut genom sehingga dalam suatu diploid akan ada dua genom yang serupa, yaitu AA. Dengan cara yang sama, suatu autotriploid dan autotetraploid berturut-turut akan memiliki tiga dan empat dosis dari genom yang sama, yaitu AAA dan AAAA. Jika A sama dengan 7 kromosom, maka suatu monoploid akan memiliki 2n = 7 kromosom, diploidnya memiliki 2n = 14 kromosom, triploidnya memiliki 2n = 21 kromosom, dan tetraploidnya memiliki 2n = 28 kromsom. Dalam satu allopoliploid ada lebih dari satu genom, setiap genom memiliki jumlah kromosom yang sama atau berbeda, mungkin juga terpaut. Misalnya, tetraploid gandum memiliki 2n = 4x = AABB = 28 dan heksaploidnya memiliki 2n = 6x = AABBDD = 42, yang mana A, B, D, masing-masing terdiri dari 7 kromosom. Akan tetapi, ada contoh lain yang mana genom allopoliploid mungkin memiliki jumlah kromosom yang berbeda, seperti pada kasus Brassica napus dengan 2n = 4x = 38 = AABB, yang mana A memiliki 10 kromosom dan B memiliki 9 kromosom.

Jika A1, B1, B2 dan C adalah empat genom yang masing-masing dengan 7 kromosom serta genom B1 dan B2 saling berhubungan, maka macam poliploid yang berbeda dapat diperoleh menggunakan genom tersebut. 

Macam poliploid yang berbeda dan asal mulanya dari satu atau lebih spesies dasar diploid (sumber)

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...