"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

11 Oktober 2015

Cara Modifikasi Celana Bayi Tutup Kaki yang Kekecilan

Salah satu implikasi kecepatan pertumbuhan bayi adalah pakaiannya yang cepat sekali kekecilan. Haidar anakku dengan badan ndutnya bahkan harus membeli lusinan pakaian baru setiap 1-1,5 bulan sekali. Maka dari itu faktor bocornya anggaran untuk biaya membeli pakaian si Ndut ini selalu saya jadikan pegangan dalam memilih model pakaian yang tidak kedodoran dan muat dipakai lebih lama. Namun lain cerita ketika yang membelikan pakaian bukan saya.


Entah karena keimutan model, prestise, harga, popularitas, atau mungkin pertimbangan fungsinya yang bisa lebih menghangatkan, saat usia Haidar 4 bulanan eyang dan ayahnya membelikannya cukup banyak celana bayi tutup kaki. Meski tertulis ukuran pada labelnya untuk bayi usia 3-6 bulan, namun dalam prakteknya Haidar baru pas memakai celana itu memasuki usia 6 bulan, dan memasuki usia 7 bulan kakinya sudah sangat mentok. Padahal bulan-bulan itu kami sedang benar-benar kena wabah kanker akut alias kantong kering parah. Kalau satu celana panjang harganya 25 ribuan maka biaya untuk membeli 1 lusin celana panjang saja sudah 300 ribu. Itu pun baru celana panjang, belum dengan celana pendeknya, baju, kaos dalam, kaos kaki, popok, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Menghemat 300 ribu sangat terasa sekali..

Saya putar otak bagaimana caranya agar bisa punya celana baru tanpa harus beli. Akhirnya saya minta tolong pada neneknya Haidar yang jago jahit untuk merombak celana tutup kaki punya Haidar. Saya minta untuk memotong ujungnya dan menempelkannya pada bagian selangkangan. Eits, bukannya sok perintah, tapi memang apa daya.. saya bisa jahit, tapi hanya sampai taraf bisa. Saya pun sering kali jago mengkonsep, namun agak payah dalam praktek. Jadi lebih baik serahkan pada ahlinya saja ya.. hehe. Lagi pula waktu dan tenaga saya sudah cukup terkuras oleh kerempongan urusan Haidar sehari-hari. Neneknya pun iya iya saja, meski akhirnya cuma tergarap satu celana karena kecapekan. Malah neneknya menjelaskan balik teknis modifikasi yang saya sendiri agak pusing mencerna di awalnya. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Bentangkan celana dan gambar garis-garis pada bagian-bagian yang akan dirombak seperti pada gambar di bawah

  2. Potong bagian ujung tutup kaki mengikuti garis. Lakukan pada kedua ujung tutup kaki (kaki kanan dan kaki kiri)
  3. Ambil satu potongan ujung tutup kaki. Potong sisi sampingnya (satu bagian yang ada jahitannya), atau didedel jahitannya juga boleh kalau gak males
  4. Hasil potongan seperti pada gambar di bawah, bisa disisihkan dulu, ini akan dipakai untuk menambal bagian tengah-tengah selangkangan agar panggul celana bertambah lebar, sehingga cukup untuk ukuran bokong dan popok yang lebih besar 
  5. Beralih ke bagian selangkangan celana, dedel (buka) jahitan yang menghubungkan kaki kanan dan kiri (lihat gambar di bawah) sepanjang ukuran potongan tambalan
  6. Jahit potongan tambalan pada selangkangan sehingga membentuk pola jajar genjang seperti gambar berikut 
  7. Tada.. jadi deh celana baru ukuran tanggung untuk si Ndut ^_*
Namun demikian, lama setelah masa-masa kanker itu berakhir, hanya satu celana tutup kaki yang sudah dimodifikasi itu saja yang masih aktif menemani polah Haidar, sementara yang lainnya teronggok. Sekarang saya kembali terpikir untuk merombak celana lainnya yang tersisa. Tapi kali ini bukan karena kanker, melainkan karena (1) tidak ada yang punya waktu lebih untuk belanja dengan saya dan (2) sejauh ini mencari celana yang ukurannya pas untuk Haidar, dengan panjang kaki ukuran L dan bokong ukuran XL, sangat sulit sekali. Bagaimana dengan pengalaman bunda? Sharing di sini yuk..

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...