"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

3 Oktober 2015

Ayo Lakukan! 5 Aksi Konkret Melawan Asap



Masih melanjutkan Sinetron Asap di Paru-paru Dunia. Artikel sebelumnya telah kita bahas mengenai Kebakaran Hutan Tanggung Jawab Siapa. Sedikit saya ulang kembali, bahwa apapun yang terjadi pada hutan (dan juga tipe lahan lain semacamnya) beserta seluruh isinya, termasuk kebakaran yang menjadi masalah krusial akhir-akhir ini sangat menentukan masa depan bumi berserta seluruh isinya. Maka semestinya masalah ini bukan hanya tanggung jawab pelaku pembakar, pemerintah, atau masyarakat yang terkena dampak, melainkan juga semua penduduk dunia. Sepakat?
 
Pertanyaannya kemudian, tanggung jawab seperti apa yang semestinya kita wujudkan? Bagi masyarakat di sekitar lokasi hutan tentu adalah kewajiban mereka untuk menjaga tanah tempat tinggalnya. Pemerintah pun semestinya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi kewajibannya untuk mengawasi, mengatur, menegakkan aturan yang telah dibuat, serta mengadili pelanggarnya. Terlebih pemegang hak guna lahan, baik perusahan ataupun individu wajib bagi mereka mempergunakan haknya sesuai aturan dan standar operasional. Namun tampaknya semua upaya preventif itu tidaklah berarti sekarang, ketika asap telah mengepul.

Semakin dibiarkan semakin hari semakin banyak korban berjatuhan, maka tindakan yang terpenting sekarang ini sebenarnya bukan sekedar mewacanakan melainkan melaksanakan strategi penanganan yang konkret dan bersifat segera. Berikut di antaranya telah dirangkum 5 aksi konkret yang bisa kita lakukan bersama sekarang:



1. Memberikan donasi berupa inhealer dan masker N95 melalui Akber Pekanbaru, ACT, atau LSM JIKALAHARI.

Masker N95 (sumber)
Menunggu api padam saja tampaknya akan sangat terlambat karena lahan yang terbakar adalah hutan gambut dengan kedalaman lebih dari 1,5 meter. Api padam di permukaan belum tentu di bawahnya juga padam. Sementara dari kebakaran kunjung padam itu asap terus mengepul dan menyebar, maka pencegahan dampak asap pada kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan, di antaranya adalah dengan menggunakan inhealer dan masker N95.

Berbeda dengan masker operasi biasa yang banyak dipakai dan diberikan cuma-cuma serta harganya cukup terjangkau, masker N95 memang agak lebih mahal, dan tidak semua penggalang dana mengumpulkan donasi untuk masker N95 ini. Padahal sebenarnya masker yang direkomendasikan untuk menghalau polusi adalah masker ini karena memang telah didesain khusus dengan kemampuannya menyaring partikel berbahaya di udara yang jauh lebih tinggi1

2. Memberikan donasi tanaman Sansevieria melalui PCMI dan juga menanamnya sendiri di lingkungan terdekat.

Jika memberi bantuan korban asap berupa masker sudah umum, maka penggalanngan dana yang satu ini cukup unik karena bantuan yang diberikan berupa tanaman. Meski unik dan mungkin tidak banyak yang memikirkan seperti ini sebelumnya, namun secara empiris memang beberapa tanaman, di antaranya Sansevieria, terbukti mampu mengurangi polusi udara dan asap secara signifikan.

Sansevieria eksotis (sumber)
Selain Sansevieria, tanaman lain yang dapat ditanam untuk melawan asap antara lain Apel (Malus domestica), Pir (Pyrus L.) dan Peach (Prunus perisca L.) yang sudah sangat terkenal, Ash (Fraxinus L.) yang masih sekeluarga dengan Zaitun (Olea europaea), Birch (Betula L.) yang merupakan salah satu bahan terbaik untuk membuat kayu lapis, Hawthorn (Crataegus L.) yang hasil olahan buahnya kini tersedia varian Soyjoy Hawthorn Berry, Mapel (Acer L.) yang dikenal dengan keindahannya dan ‘katanya’ rasa buahnya mirip tanaman lokal Kersen (Muntingia calabura L.)2, serta tanaman-tanaman yang sudah umum ditanam di sekitar rumah seperti Lidah Buaya (Aloe vera), Ara bersaudara (Ficus L.), Sirih Gading (Epipremnum aureum), Rumput Putih (Chlorophytum comosum), Kuping Gajah bersaudara (Philodendron Schott.), Kaca Spion (Spathiphyllum Schott.), Palem Bambu (Chamaedorea erumpius), Andong Hijau (Dracaena fragrans L. var. Massangeana / “Mass Cane”), dan Herbras (Garbera L.)3.

3. Membantu meminimalkan pelepasan Gas Rumah Kaca (GRK) dengan cara tidak membakar sampah, serta menggunakan bahan bakar kendaraan dan listrik secara efisien, serta memilih menggunakan produk-produk lokal.

GRK (sumber)
Dampak kebakran hutan yang sangat fatal di antaranya adalah lepasnya karbon yang sebelumnya tersimpan dalam bahan organik menjadi GRK yang memenuhi udara. Akibatnya, oksigen yang massa jenisnya yang ringan terdesak ke atas sehingga menjadi tidak tersedia untuk kehidupan.

Dalam kebakaran parah seperti sekarang ini kadar oksigen bersih tersedia bisa tertekan sampai di bawah batas normal4. Maka dari itu, untuk mengurangi dampak kebakaran hutan yang sudah parah ini, setidaknya kita bisa membantu meminimalkan pelepasan GRK tersebut ke udara. 
4. Bersama Greenpeace Indonesia meminta pemerintah untuk transparan mengenai upaya-upaya terkait perlindungan dan pengelolaan hutan.

Dengan kondisi kebakaran hutan yang sudah sangat parah dan tidak kunjung berakhir ini tampaknya belum ada niatan dari pemerintah untuk melakukan upaya terpusat yang transparan. Padahal jika upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan hutan diselenggarakan secara transparan sangat mungkin bagi kita untuk membantu  pemerintah mengurangi deforestasi termasuk mengatasi akar masalah kebakaran hutan tahunan. 

5. Membantu dengan berdo’a sungguh-sungguh.

Apapun yang kita upayakan tidak akan berarti jika Tuhan tidak berkehendak seperti yang kita inginkan. Maka sudah semestinya setiap upaya yang kita lakukan diiringi dengan do’a dan tawakkal, mengembalikan semua urusan pada Sang Pencipta. Untuk umat muslim, bisa mengikuti tuntunan do’a saat menghadapi musibah, serta doa memohon diturunkan hujan.
Demikian lima langkah aksi konkret untuk melawan asap versi Smarttien.com. Laksanakan, dan ajak semua orang yang kita kenal. Sehingga semakin banyak jamaah yang ikut serta semoga Sinetron Asap di Paru-paru Dunia ini bisa segera berakhir, dampak buruk berkurang, dan dapat membawa kita semua pada jalan yang lurus dan diberkahi Ilahi. Amin.

Artikel diikutsertakan dalam rangkaian event #SpecialBlogWalking #BloggerMuslimah #SaveHutanIndonesia


Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...