"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

20 September 2015

Cepat Melancarkan ASI dengan ASI 100 Pil Borobudur

ASI adalah yang terbaik bagi bayi. Semua setuju tentang ini. Namun nyatanya, berbagai kendala kurangnya produksi ASI sering kali membuat orang-orang berkata lain. Hampir setiap ibu sempat mengalami penurunan produksi ASI secara drastis setelah beberapa bulan pertama menyusui. Sebagian ibu memberikan ASI apa adanya tanpa usaha ekstra karena memang dirasa sudah mencukupi permintaan si kecil. Sebagian ibu lainnya karena berbagai alasan akhirnya menambal ASInya dengan susu formula. Namun ada pula sebagian ibu yang terus berupaya menggenjot produksi ASI dengan berbagai cara, saya bersyukur meski si kecil terus merasa kurang dengan ASI yang tersedia, saya masih bisa termasuk kelompok yang terakhir ini.

Produksi ASI saya menurun drastis memasuki bulan kedua menyusui dan terus menurun setelah selesai nifas. Padahal tidak ada yang berubah dengan gaya hidup, pola makan, pola pikir, semua terasa masih sama. Bahkan suplemen pelancar ASI pun masih terus rutin saya konsumsi dengan membelinya sendiri di toko obat setelah tablet pelancar ASI dari Rumah Sakit habis. Saya pun mencoba menambah nutrisi dari makanan-makanan alami yang katanya dapat melancarkan ASI, beberapa sangat manjur, seperti pare dan kacang-kacangan, tapi yang lainnya tidak banyak berpengaruh. Saya pikir tidak mungkin saya harus makan pare dan kacang setiap hari, yang ada malah bisa jadi mood makan saya drop. Setelah itu saya coba ganti merk pelancar ASI, kalau-kalau sebenarnya pelancar ASI yang saya konsumsi selama ini kurang efektif.

Lebih kurang lima bulan saya habiskan untuk mencoba beberapa merk pelancar ASI sambil mengamati reaksinya. Hasilnya, semua merk yang saya coba itu manjur. Semuanya sama-sama berhasil melancarkan ASI. Hanya saja ada satu perbedaan mencolok antar merk, yaitu kecepatan reaksinya. Reaksi paling cepat melancarkan ASI saya dapatkan dengan pill ASI produksi Borobudur. 

Pascanifas pada kondisi normal tanpa minum suplemen pelancar apapun pengisian ASI di payudara saya perlu waktu setidaknya 3-4 jam, bahkan pada masa menstruasi  bisa sampai 6-7 jam, dan tetap tidak bisa keluar meski terus berupaya dihisap. Beberapa merk pelancar asi dengan kandungan utama daun katuk yang saya coba efektif melancarkan ASI setelah 6-24 jam pemakaian pertama, dan 3-4 jam setelah pemakaian rutin, tidak berbeda dengan waktu pengisian ASI saya saat kondisi normal. Untuk kebanyakan kasus yang pada umumnya bayi menyusu 3-4 jam sekali interval ini mungkin dianggap sudah cukup. Tetapi bagi si kecil Haidar yang kabelan mimik, itu sangat sangat kurang.. Karena interval menyusunya setiap satu jam, jadi jika saya lupa tidak minum sekali saja si kecil Haidar harus puasa dulu beberapa jam bahkan bisa sampai setengah hari. Kasihan sekali...

Kenampakan kemasan ASI 100 Pil Borobudur yang terdaftar POM (lihat bagian bawah kemasan) dan dikatagorikan jelas sebagai produk jamu (lihat bagian kiri atas kemasan)

Kecepatan melancarkan yang menakjubkan saya dapatkan setelah penggunaan rutin ASI 100 Pil Borobudur. Segera, tidak sampai satu jam setelah minum pill ini ASI bisa langsung lancar keluar, terisi ulang penuh setiap satu jam berikutnya, dan juga langsung mengisi kembali setiap dihisap. Pun jika sesekali saya lupa tidak minum pill ini, ASI masih bisa lancar keluar setidaknya sampai giliran jadwal minum berikutnya. Penasaran apa yang membuat pill ASI ini sangat berbeda, saya pun melihat komposisi yang tercantum pada kemasan. Ternyata, tidak seperti pelancar ASI lain yang umumnya hanya mengandung daun katuk saja, pill ASI Borobudur justru tidak mengandung daun katuk, melainkan campuran berbagai  macam herbal lain yang meski tidak sepopuler daun katuk namun kesemuanya juga dikenal berkhasiat untuk melancarkan produksi ASI dan meningkatkan nafsu makan, mulai dari daerah sampai mancanegara, yaitu:
  1. Elephantopi folium (daun Tapak Liman)
  2. Erytrinae folium (daun Dadap)
  3. Ocimi bacilici folium (daun Basil)
  4. Coriandri fructus (buah Ketumbar)
  5. Foeniculi fructus (buah Adas)
  6. Usneae thallus (talus Kayu Angin)
  7. Alyxiae cortex (kulit Pulasari)
Komposisi herbal ASI 100 Pil Borobudur dari kiri atas ke kanan bawah: Tapak Liman, Dadap, Basil, Ketumbar, Adas, Kayu Angin, dan Pulasari.

Selain dari komposisinya yang berbeda, kerja cepat ASI 100 Pil Borobudur ini bisa jadi juga disebabkan bentuknya yang sederhana berupa padatan bahan tanpa kapsul sehingga daya larutnya lebih cepat. Tetapi untuk mencoba suplemen pelancar yang tergolong sebagai jamu ini bersiaplah merasakan pahit karena selain tidak ada selubung kapsul, dosis sekali minumnya juga cukup banyak, lima pil sekaligus dalam sekali minum, dengan frekuensi penggunaan kurang lebih 2 kali sehari.
Bentuk ASI 100 Pil Borobudur yang pada pandangan pertama agak meyeramkan. Tapi kalau sudah terbiasa rasanya akan biasa saja kok :)

Pada awalnya saya minum ASI 100 Pil Borobudur ini sesuai dosis anjuran standar 2 kali sehari. Namun karena produksi ASI yang semakin menurun pascanifas saya pun meningkatkan dosisnya menjadi 3-4 kali sehari atau setiap 6 jam. Bahkan setiap menjelang, setelah, dan selama masa menstruasi saya harus meningkatkan dosisnya sampai 5-6 kali sehari atau setiap 4 jam karena keringnya ASI yang terlalu parah. Meski sedemikian tinggi dosis yang saya minum, selama ini konsumsi pil ini rasanya tidak memberikan efek samping apapun baik bagi diri saya maupun si kecil. Pada keuangan keluarga pun saya tidak pernah khawatir akan mengakibatkan sakit kantong kering alias tekor, karena harga pil ini sangat terjangkau. Satu dus ASI 100 Pil Borobudur berisi 100 pil yang sama dengan dosis 20 kali pemakaian harganya tidak sampai 15 ribu. Untuk pemakaian 2 kali sehari berarti satu dus pil ini cukup untuk 10 hari, atau dengan kata lain saya hanya perlu membeli 3 dus untuk setiap bulannya. Untuk pemakaian 4 kali sehari pun saya hanya perlu membeli dua kali lipatnya, yaitu 6 dus untuk setiap bulan, yang jika ditotal harganya sama dengan satu botol merk pelancar ASI paling mahal yang banyak tersedia di apotek dan hanya cukup untuk pemakaian satu minggu. Hemat, kan?

Satu hal yang sangat disayangkan dari ASI 100 Pil Borobudur adalah produk ini tidak dijual di apotek-apotek biasa, kecuali apotek yang memang biasa menyediakan produk jamu, atau di toko khusus jamu-jamuan. Padahal tidak di semua daerah ada toko jamu, sehingga saya tidak bisa dadakan membelinya saat kehabisan. Maka saya beli borongan lah pil ini dari perusahaannya langsung untuk persediaan 3 bulan sekaligus, toh masa kadaluarsanya sangat lama, 3 tahun dari tanggal produksi. Aman.. Nah, kalau Bunda ingin mencoba, atau malah ingin memborong sekalian seperti saya, sangat boleh sekali, silakan cek di toko online kami di sini atau untuk Bunda yang berdomisili di Yogyakarta dan Temanggung boleh juga COD di alamat kami ini.

Borong pil ASI untuk stok 3 bulan dapat hadiah portable hand mixer dan gantungan kunci, untung banget dah.

Poin penting yang perlu dicatat, adalah bahwa fungsi herbal pelancar ASI seperti ASI 100 Pil Borobudur ini hanya dapat efektif melancarkan dan meningkatkan produksi ASI jika bahan untuk memproduksi ASI dari tubuh bunda tersedia. Jika tubuh bunda sendiri kekurangan nutrisi, baik itu zat gizi maupun air, lalu apa yang akan digunakan untuk memproduksi ASI? Maka dari itu, semestinya penggunaan herbal ini juga ditunjang dengan konsumsi air dan makanan bergizi seimbang dalam porsi lebih banyak dari biasanya atau yang sekiranya dapat mencukupi dua tubuh, tubuh bunda dan si kecil. Saya pun demikian, berapa banyak pun pelancar ASI yang saya minum tidak berguna ketika saya puasa (dulu pernah coba puasa karena terpaksa yah.. ada lah), atau ketika saya membiarkan diri kelaparan kehausan dalam waktu lama.

Yap, akhirnya demikianlah pengalaman saya berburu pelancar ASI yang akhirnya terhenti pada ASI 100 Pil Borobudur. Bagaimana dengan pengalaman Bunda? Share yuk di sini..

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...