"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

11 Oktober 2014

Perawatan Pohon dalam Lanskap

Agar keindahan dan kesejukan taman bisa dinikmati setiap saat, tentunya taman perlu dirawat dan dijaga dengan baik. Dengan perawatan taman, kondisi dan gaya taman bisa dipertahankan seperti pada konsep awal. Perawatan taman tidak hanya terbatas pada tanaman saja, elemen keras juga perlu dirawat agar keberadaannya tetap berfungsi dengan baik.

Sebagai mahluk hidup, tentunya tanaman akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut ada kalanya diharapkan demi tercapainya tujuan tertentu, misalnya ukuran tanaman yang diinginkan, suburnya tanaman. Pembentukan bunga juga merupakan jenis pertumbuhan yang diinginkan. Namun, pada kasus-kasus tertentu, pertumbuhan cabang yang tidak beraturan atau yang berubah dari bentuk awalnya tidak diinginkan oleh pemilik taman. Secara umum, pemeliharaan pada tanaman yaitu pemangkasan, pemupukan, penyiraman, dan penyiangan tanaman. Berikut adalah penjelasannya:
1. Pemangkasan
Pemangkasan biasanya dimaksudkan agar tanaman memiliki bentuk sesuai dengan yang kita inginkan. Pada beberapa tanaman, pemangkasan juga ditujukan untuk menghidanri penggunaan nutrisi yang berlebihan pada pertumbuhan vegetatif (daun dan tunas) sehingga nutrisi untuk pertumbuhan generatif (bunga dan biji) terbatas. Adapun pemangkasan pada tanaman pohon umumnya ditujukan untuk fungsi keamanan. Tanaman pohon yang terlalu rimbun dengan daun dan dahan dikhawatirkan tumbang ketika hujan dan angin kencang. Untuk tujuan ini, pemangkasan biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin gergaji. Selain prosesnya lebih cepat, tanaman yang dipotong dengan mesin gergaji akan menghasilkan potongan yang rapi. Umumnya, pemangkasan untuk jenis ini dilakukan ketika musim hujan akan tiba. Di samping agar dahan atau pohon tidak tumbang ketika hujan deras bercampur angin kencang, pemangkasan pada waktu musim hujan juga bertujuan agar pertumbuhan tanaman setelah pemangkasan lebih cepat. Dengan demikian, dalam waktu dekat tanaman sudah rimbun dengan ditumbuhi dahan, ranting, dan daun.
2. Pemupukan tanaman
Untuk bisa tumbuh dan berbunga dengan indah, tanaman membutuhkan berbagai unsur nutrisi (hara). Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman memang sudah menyediakan unsur hara. Namun, ragam dan jumlah yang tersedia mungkin tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Pada kondisi seperti inilah, tanaman perlu untuk dipupuk.
Di pasaran, jenis pupuk yang ditawarkan sangat beragam. Hal yang perlu dipahami tentang pemilihan dan penggunaan pupuk yaitu karus disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman. Ketahui terlebih dahulu kandungan pupuk yang hendak dibeli.
Komponen yang paling dominan dalam pupuk yaitu unsur-unsur makro, yaitu unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar. Beberapa contohnya yaitu, Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Untuk tanaman yang baru ditanam atau dalam masa pertumbuhan vegetatif (tunas dan daun), sebaiknya menggunakan pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Hal ini dipilih karena pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman banyak membutuhkan nitrogen, sedangkan kebutuhan fosfor dan kalium dalam jumlah sedikit. Sementara, bila tanaman tersebut dalam masa pertumbuhan generatif (pembungaan), sebaiknya pupuk yang dipilih yaitu pupuk dengan kandungan fosfor yang tinggi.
3. Penyiraman
Penyiraman pada tanaman tidak hanya dilakukan pada media tanam (tanah) saja, melainkan juga pada bagian-bagian tanaman. Pada dasarnya, penyiraman bertujuan agar media tanam menjadi lebih gembur sehingga akar tanaman akan lebih mudah untuk mengambil unsur hara di dalam media tanam. Sementara, pada tanaman itu sendiri, penyiraman bertujuan untuk menurunkan tingkat penguapan akibat teriknya sinar matahari. Sebaiknya, penyiraman dilakukan dengan air bersih.
Waktu yang tepat untuk penyiraman yaitu pada pagi atau sore hari. Hal ini didasarkan pada saat tersebut, intensitas cahaya yang dipancarkan oleh matahari sudah tidak tinggi lagi sehingga tanaman tidak terlalu stres karena perbedaan suhu yang drastis. Penyiraman sangat dibutuhkan tanaman pada saat musim kemarau. Sementara, alat yang umumnya digunakan untuk penyiraman yaitu gayung dan ember, selang, embrat, serta sprinkler. Pemilihan alat-alat penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.
4. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan tanaman-tanaman yang tidak diinginkan yang tumbuh disekitar tanaman utama, umumnya disebut gulma. Gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman utaman (tanaman hias) akan merebut nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman utama. Tidak hanya, itu, dalam mendapatkan sinar matahari pun antara tanaman utama dan gulma akan saling berebut. Sebaiknya, penyiangan dilakukan secara berkala, misalnya sebulan sekali. Penyiangan bisa dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan cangkul.
5. Pengendalian hama dan penyakit
Hama adalah kerusakan tanaman yang disebabkan oleh serangan sejenis binatang, misalnya ulat, belalang, dan tikus. Penanggulangannya dengan menggunakan pestisida jenis insektisida, contohnya Decis 2,5 EC, Agrimec 18 EC, dan Furadan 3 G. Sedangkan penyakit adalah kerusakan tanaman yang disebabkan oleh jamur. bakteri, dan virus. Penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh jamur dengan menggunakan pestisida jenis fungisida contohnya Antracol 70 WP, Dithane M45, dan Previcur N. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat dikendalikan dengan menggunakan pestisida jenis bakterisida, misalnya Agrept dan Starner. Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat dikendalikan dengan pestisida, melainkan harus dieradikasi, yaitu memusnahkan bagian tanaman yang terserang atau keseluruhan tanaman. Pada serangan virus yang dapat dilakukan adalah mengendalikan vektor yang menjadi pembawa atau penyebar virus. Pada beberapa kasus, semut adalah vektor yang sering kali mengakibatkan tanaman terkena serangan virus
Secara umum ada empat cara usaha pengendalian serangan hama dan penyakit tanaman, yaitu cara teknik budi daya atau kultur teknik, cara fisik, cara biologi, dan cara kimiawi. Cara teknik budi daya mencakup pemotongan atau pemangkasan bagian tanaman yang sakit afau terserang, serta pembuangan sisa-sisa tanaman yang dapat menjadi tempat berbiaknya pengganggu. Cara fisik dilakukan dengan menggunakan perangkap, khususnya bagi hama serangga, menggunakan panas untuk mikroorganisme, menggunakan mulsa atau penutup tanah atau dilakukan pembakaran untuk memberantasan gulma. Cara biologi adalah sistem pengendalian dengan menggunakan musuh alami pengganggu tanaman dengan cara menciptakan kompetisi alami antar organisme. Musuh alami dapat berupa jasad renik, parasit atau predator sampai binatang seperti tikus, kodok, atau ular. Sedangkan cara kimiawi merupakan cara terakhir yang harus dipilih dalam pengendalian hama dan penyakit sebab menggunakan bahan kimia yang dapat menimbulkan terganggunya keseimbangan alam bila dilakukan dengan sembarangan. Pada saat ini yang banyak digunakan oleh masyarakat pertanian adalah sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu dan meminimalisasikan penggunaan bahan kimia demi terjaganya kelestarian lingkungan.
6. Penggantian tanaman / peremajaan
Tanaman pohon perlu dilakukan penggantian / peremajaan jika dinilai sudah terlalu tua atau menunjukkan gejala terserang penyakit yang sudah terlalu parah. Ini penting diperhatikan mengingat resiko yang mungkin terjadi jika sewaktu-waktu pohon tumbang dan membahayakan pengguna taman. Untuk itu, dalam pengelolaan lanskap diperlukan agenda pengecekan kesehatan dan umur pohon secara berkala, setidaknya setiap enam bulan.

Penyusun: Gembong Gilangharjo

Penyunting: Fathin Nabihaty

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...