"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

11 Oktober 2014

Agen Kebersihan Lingkungan: Hikmah di Balik Larangan Membunuh Semut

Tahukah kamu bahwa dalam Islam terdapat larangan membunuh semut? Ya, sebuah dalil menyebutkan dengan jelas tentang ini:
“Sesungguhnya Nabi SAW melarang membunuh empat binatang merayap; yaitu semut, lebah, burung Hud-hud, dan burung Shurad.” (Shahih. HR. Ahmad 1/332 dan Abu Dawud 5267)
Di sisi lain, orang sering dibuat jengkel oleh ulah semut yang berkeliaran di rumah dan membuat sarang di sudut-sudut tempat penyimpanan barang. Padahal
sebenarnya kita hanya hawatir kalau tanpa disadari tiba-tiba mereka menempel dan menggigit kita bukan? Saya pun demikian sampai suatu ketika saya terbangun tengah malam melihat fenomena sederhana yang cukup mengetuk pintu hati untuk tidak lagi berbuat semena-mena pada hewan yang satu ini. Alhamdulillah saya juga sempat mengabadikannya dalam video berikut.


Singkat cerita, saya sering memberi makan kucing di dalam kamar kos. Meski sudah dilatih untuk terbiasa makan dengan rapi, tapi si kucing jarang sekali bisa rapi kalau sudah ketemu makanan enak yang campur dengan makanan tidak enak seperti kejadian malam itu. Saya kasih si kucing kornet campur nasi, ternyata dia cuma makan kornet sementara nasinya disebar ke penjuru karpet di kamar. Saat bangun tidur, saya hanya menemukan gelondongan-gelondongan nasi berceceran dan semut-semut yang sedang membersihkannya. Subhanallah.. satu per satu gelondongan nasi diangkut para pasukan semut. Waktu itu saya masih berpikiran negatif kalau-kalau mereka membawanya ke tempat penyimpanan barang saya dan membuat sarang baru di situ, ternyata tidak, mereka membawa ke sarang mereka di luar kamar. Segera saja saya pasang kamera di depan gelondongan nasi terakhir yang sedang mereka coba bawa, lalu saya tinggal tidur lagi. Keesokan paginya, luar biasa, karpet saya sudah bersih, tidak ada gelondongan nasi tercecer /pun semut yang masih berkeliaran.
Kesimpulannya, lagi-lagi, janganlah menjustifikasi hewan dengan semena-mena, kalaupun ada di antara mereka yang mengganggu, bunuhlah hanya yang mengganggu saja dengan cara yang benar. Jangan bunuh individu yang tidak bersalah. Mereka hanya sedang melakukan tugasnya di muka bumi, yaitu bertasbih kepada penciptanya. Hanya saja sering kali kita tidak tahu tasbih mereka, dan lebih parahnya kita sering juga tidak mau tahu.
“dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al-Isra: 44)
Kalau saja kita mau tahu, sebenarnya semut-semut itu sangat berguna di alam. Semut merupakan agen kebersihan lingkungan yang alami (manusia saja yang mengusur habitat dan tupoksi mereka). Di lingkungan alami seperti hutan, sampah alam berupa buah-buahan, biji-bijian dan dedaunan yang jatuh ke tanah tidak dapat langsung membusuk di permukaan tanah karena sebagian besar mikroorganisme pembusuk berada di dalam tanah. Semut berperan dalam proses daur ulang tersebut dengan membawa sampah alam ke dalam tanah seperti layaknya proses pembalikan dalam pembuatan kompos dengan menggunakan komposter buatan. Dengan demikian, proses dekomposisi sampah di alam menjadi semakin cepat, dan pengikatan residu karbon dari sampah tersebut ke dalam tanah menjadi lebih optimal.

Wallahu a’lam bisshowab J

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...