"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

21 Maret 2013

Deteksi Patogen Benih Cabe di PT. BISI Internasional, Tbk.


PT. BISI Internasional, Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbenihan tanaman pangan dan hortikultura. Sebagai perusahaan multinasional yang senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki fasilitas laboratorium dan pabrik yang modern, PT. BISI International, Tbk. telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah sebagai Instalasi karantina tumbuhan dan memiliki wewenang untuk mengevaluasi kesehatan benih karena memiliki Sertifikat Karantina Mandiri yang diterbitkan melalui SK Menteri tahun 2006.
Disamping itu PT. BISI International, Tbk. juga mendapatkan Akreditasi Sistem Mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura LSSM - BTPH pada tahun 2000. Juga pada tahun 2005 mendapat Sertifikat untuk Sertifikasi Sistem Managemen Mutu sesuai standar SNI dan LSSM - BTPH dan KAN (Komite Akreditasi Nasional). Ditahun yang sama, PT. BISI International, Tbk. mulai mengembangkan Eksport hingga ke Mancanegara antara lain China, Philipina, Jepang, Vietnam dan Malaysia yang kemudian dikembangkan lagi pemasarannya ke India pada tahun 2008. PT. BISI International, Tbk. juga senantiasa melakukan pembaharuan izin-izin yang dimiliki.
Praktikum lapangan ini diperlukan untuk mengetahui metode deteksi patogen benih cabe serta permasalahan dan solusinya di PT. BISI Internasional, Tbk.
Praktikum Lapangan Patologi Benih Cabe dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2012 di PT. BISI Internasional, Tbk., Kediri, Jawa Timur. Pemberangkatan dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2012. Kunjungan dilakukan selama sekitar lima jam. Observasi dilakukan di pabrik dan laboratorium kemudian dilanjutkan dengan presentasi yang diberikan oleh pihak PT. BISI dan Tanya jawab.
Lokasi praktikum lapangan dipilih di PT. BISI Internasional Tbk. Kediri, Jawa Timur karena lembaga ini adalah lembaga pertama yang telah mendapatkan izin karantina dari Menteri Pertanian Republik Indonesia. Fasilitas dan manajemen mutu pun telah berstandar internasional sehingga layak untuk dipelajari dan dijadikan perbandingan terhadap metode deteksi patogen yang telah dilakukan dalam praktukum.
Dalam aspek patologi benih, PT. BISI berperan sebagai instalasi karantina sekaligus pihak ke tiga yang telah diberi kewenangan untuk mengangani tindak karantina tertentu. Tindak karantina yang dapat dilakukan ada lima yang terkait degnan ekspor benih, yaitu pemeriksaan kesehatan benih, pengamatan secara langsung di lapangan, perlakuan benih, pengasingan benih, dan pemusnahan jika benih tidak mungkin lagi diselamatkan dengan cara perlakuan apapun.
Tindak karantina sangat penting karena menentukan keselamatan suatu Negara, oleh karenanya, tiga tindak karantina lain yang terkait impor benih tetap ditangani oleh departemen pertanian, yaitu penahanan, penarikan, dan pelepasan benih. Sedangkan untuk ekspor, tindak karantina harus dilakukan karena adanya syarat ekspor benih, yaitu benih telah memiliki sertifikat phytosanitary. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, benih harus sudah melalui tahap pemeriksaan dan perlakuan kesehatan.
Salah satu benih tanaman sayur yang ditangani dan diproduksi oleh PT. BISI adalah benih cabe. Patogen benih cabe yang sering kali ditemukan antara lain Colletotrichum capsici (pathek), Phytoptora (busuk daun), Fusarium oxysporium (layu fusarium), Ralstonia solanacearum (layu bakteri), dan cendawan-cendawan lainnya. Namun demikian, PT. BISI tetap dapat menjamin mutu produknya karena memiliki quality control (QC) yang lengkap, meliputi inspeksi di lapangan, inspeksi dalam prossesing, dan inspeksi benih yang telah beredar di petani.
Setelah benih diterima, di pabrik dilakukan prosesing yang meliputi pengayakan, Gravity Sortation, Sizing, dan pengeringan dengan mesin. Benih kemudian diuji kemurnian (Campuran Varietas Lain/CVL), daya kecambah (Gaya Berkecambah/GB) dan kadar airnya (KA) di laboratorium quality control. Pengujian dilakukan secara periodik, biasanya untuk benih yang kadar karbohidratnya rendah pengujian dilakukan setiap tiga bulan, sedangkan benih yang kadar karbohidratnya tinggi pengujian dilakukan setiap enam bulan. Uji daya kecambah dilakukan dengan metode yang dikenal dengan nama paper towel atau between paper, top paper, metode pasir, dan tetrazolium.
Pada metode uji perkecambahan between paper, sampel benih diatur dalam baris-baris yang tidak boleh melebihi 4/5 bagian kertas perkecambahan, setelah semua tertata bagian kertas yang kosong ditangkupkan di atas benih dan kemudian digulung seperti gulungan handuk. Gulungan ditata dalam germinator dengan kedudukan berdiri yaitu ujung kertas berada di bagian atas. Selama tujuh hari dilakukan inkubasi lalu dilakukan identifiaksi jumlah benih yang berkecambah, bibit normal, bibit abnormal, benih keras, benih segar tidak tumbuh, dan benih mati, kemudian dihitung daya tumbuh benih berdasarkan benih yang berkecambah dengan normal. Pada metode pasir, benih dikecambahkan dalam bak pasir dan dibenamkan sedalam 1 cm, selama 7 hari diamati dan diidentifikasi kecambah yang menjadi bibit normal, bibit abnormal, benih keras, benih segar tidak tumbuh, dan mati.
Gambar 1 dan 2. Uji perkecambahan metode between paper dan top paper
Laboratorium QC tidak dapat melakukan pengujian hingga aspek patologi. Untuk pengujian aspek patologis atau kesehatan benih ini, PT. BISI memiliki instalasi tersendiri di Labooratorium Bioteknologi yang mendukung untuk metode pengujian konvensional, ELISA, PCR, serta immunocapture-PCR. Metode konvensional untuk uji kesehatan benih antara lain yaitu metode uji perkecambahan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, metode kertas saring, dan PDA. Semua metode baik yang konvensional maupun modern digunakan karena masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Metode konvensional meskipun hasil diperoleh dalam waktu lama dan tenaga yang dibutuhkan banyak, namun dapat dimanfaatkan jika tidak dapat dilakukan PCR karena tidak tersedianya primer DNA. Kelebihan metode ELISA adalah hasilnya cepat didapat dan tidak memungkinkan adanya reaksi silang, yaitu reaksi positif palsu dari pathogen yang satu ke pathogen yang lain, karena antibodi yang beredar di pasaran adalah antibodi poliklonal. Metode PCR meskipun akurat namun akan terkendala jika DNA pathogen yang dicari tidak tersedia. untuk metode uji yang terbaru sekarang ini adalah immunocapture-PCR.
PT. BISI memiliki fasilitas uji serologi yang modern karena konsistensinya pada pengembangan riset dan teknologi sebagai basis usahanya. Di antara fasilitas tersebut yaitu peralatan alat ekstraksi DNA, PCR, dan ELISA reader yang mutakhir.
Gambar 3 dan 4. Alat ekstraksi DNA dan PCR mutakhir di PT. BISI
Dalam menjaga kesehatan benih, ada dua macam perlakuan yang dilakukan oleh PT. BISI, yaitu preventif dan kuratif. Metode preventif lebih ditekankan karena memberikan resiko kerugian yang paling minimal. Metode preventif tersebut antara lain treatment dengan bahan-bahan kimia coating benih dan metode fisik dengan Hot Water Treatment menurut standar yang telah ditetapkan oleh Seed Health Committee. Selain itu, untuk menjaga kesehatan benih juga diupayakan melalui prosessing benih yang aman sehingga tidak terjadi kerusakan fisik yang dapat memicu kontaminasi pathogen. Dalam hal penyimpanan benih juga diperhatikan akan dua hal, yaitu di luar cool storage benih difumigasi, kemudian di dalam cool storage kelembaban dijaga kurang dari 45 persen dan suhu antara 12-13 derajat celcius.
           
KESIMPULAN
  1. Deteksi patogen benih di PT. BISI Internasional, Tbk. Dilakukan dengan pengujian metode konvensional (perkecambahan dan inkubasi), ELISA, PCR, serta immunocapture-PCR. Setiap metode memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri.
  2. Patogen benih cabe yang sering kali ditemukan di PT. BISI antara lain Colletotrichum capsici (pathek), Phytoptora (busuk daun), Fusarium oxysporium (layu fusarium), Ralstonia solanacearum (layu bakteri).
  3. Dalam menjaga kesehatan benih, ada dua macam perlakuan yang dilakukan oleh PT. BISI, yaitu preventif (coating bahan-bahan kimia, Hot Water Treatment, prosessing benih yang aman, fumigasi, penyimpanan dalam cool storage) dan kuratif (pengasingan  dan pemusnahan).
 

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...