"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

11 Januari 2013

Patologi Benih

Silakan baca file .PDF -nya di link ini.
 

*        Fungsi biji bagi patogen:
                1          Inang                                   à benih hidup sehat
                2          Tempat bertahan              à benih hidup sakit
                3          Penyebar                             à benih mati, hidup sakit, hidup sehat
                4          penular (transmission)     à benih mati, hidup sakit, hidup sehat

*        Bentuk asosiasi biji dengan patogen:
a.         infeksi: patogen-inang ada interaksi
Œ  Embrial:
þ Ovule: bean common mosaic virus, Fusarium culmorum in rye & wheat flowers
þ Embryo : Ustilago spp.
  Ekstra embrial
þ Endosperm: Sclerospora sp.,Dreschlera sp.,Erwinia stewartii
þ Seed Coat : Fungi Imperfecti
þ Pericarp: Monilia spp.
b.         infestasi/kontaminasi: patogen tidak menyebabkan inang sakit
þ seed coat
þ pericarp
þ bract

*        Keparahan penyakit tanaman akibat patogen biji, tergantung:
þ  ketahanan inang
þ  virulensi patogen
þ  faktor lingkungan tumbuh
þ  tipe transmisi

*        Status patogen pada benih à keparahan
a.         Necrotrop: menginfeksi & membunuh jaringan inang à mengekstrak nutrisi dari sel-sel mati tsb
¯  Virus
¯  Fungi: Rice blast akibat Magnaporthe grisea
b.         Biotrop: mengkoloni pada jaringan tanaman hidup à mengambil nutrisi dari sel-sel hidup tsb
¯  Fungi: Powdery mildew akibat Blumeria graminis
¯  Bakteri

*        Lamanya (longevity) patogen terbawa benih, tergantung:
þ  Benih à umur à tergantung:

       F Genetik
       F  Lingkungan
       F  Fisik
       F  Fisiologi
       F  Kadar air

þ  Patogen

       F  Struktur tahan à konidiofor pada jamur, spora pada bakteri, keberadaan inang pada virus

       F  Sifat konidium
       F  Tubuh buah
       F  Eksudat
       F  Stabilitas
       F  Lokasi pada benih à bentuk asosiasi dg benih

þ  Penyimpanan

       F  Suhu
       F  Kelembaban udara
       F  Cahaya
       F  Sanitasi


*        Siklus hidup patogen
à  Pengenalan inang
à  Invasi
à  Kolonisasi
à Dorman
à inokulum primer  : bertahan pada kondisi dorman, menyebabkan infeksi primer bila memungkinkan
àinokulum sekunder: dihasilkan selama periode infeksius, dapat menyebabkan infeksi sekunder
à Penempelan
à Penetrasi:
        F  Diret à menusuk jaringan
        F  Indirect à melalui: luka terbuka, stomata

*        Penyebaran patogen benih, dipengaruhi:
þ  Tipe siklus penyakit à siklus hidup patogen
       F  Monosiklik                à 1 siklus hidup = 1 musim tanam
       F  Polisiklik                    à > 1 siklus hidup = 1 musim tanam
þ  Dispersal patogen à attachment/ penempelan
       F  Aktif à kemotaksis
       F  Pasif à angin
þ  Infeksi sekunder àada/tidak à tergantung:
       F  Inang alternatif à gulma, tanaman sejenis
       F  Vektor

*        Tipe transmisi patogen melalui:
A.      Biji
1.       Terikat bebas pada benih
Kotoran à kontaminasi aktif à tidak pasti menginfeksi
¯  Sclerotinia sclerotium (cottony rot or white blight)
à  berkembang di dalam/luar jaringan tanaman
¯  C.  michiganense
à  ekstraksi biji à fermentasi à daging buah terinfeksi à permukaan benih
¯  TMV
à  pada kotoran benih tembakau
2.       Bagian luar benih
à kontaminasi pasif
¯  P. phaseolicola (halo blight kacang merah)
à perontokan biji à microphyl terbuka à Bakteri menempel pd permukaan benih lewat debu/percikan air à masuk ke microphyl
¯  C. michiganense (bacterial cancer tomat)
à  ekstraksi biji à fermentasi à daging buah terinfeksi à permukaan benih
3.       Buah
à biji à kontaminasi/infeksi
¯  R. solani
à tanah bermiselium à buah kontak dg tanah à sclerotia/miselium à miselium menyebar pd daging buah à busuk daging buah à prosesing (fermentasi) benih à daging buah tercampur dg benih
¯  P. phaseolicola
à sistem vaskular à leaves lesion à infeksi polong à langsung menyerang benih à masuk melalui luka saat perontokan
¯  TMV
à Virus dr buah à kulit biji à endosperm à awal perkembangan biji à infeksi


4.       Jaringan pembuluh
à infeksi
¯  X. campestris (cabbage black rot)
à xylem à biji
¯  Bean common mosaic virus pada kacang merah
5.       Putik à bakal buah à embrio à infeksi
¯  Chlamidospore
à bunga sakit à spora terbawa angin ke bunga sehat à masuk ke putik à menginfeksi bakal biji à miselium berkembang dalam embrio à patogen dorman àbenih terlihat sehat
¯  Bean common mosaic virus
à serbuk sari terinfeksi à pembuahan à embrio terinfeksi à virus menyebar pada biji
6.       Secara aktif langsung menginfeksi benih
¯  X. carotae (bacterial blight wortel)
à Bakteri à air à daun dan batang à bunga à lession pada biji
B.      Tanah
biji terinfeksi atau terkontaminasi à biji ditanam di lahan à patogen hidup lama dalam tanah (establish) à tanah terinfestasi:
§  soil inhibitant: bisa bertahan 1-2 tahun tanpa inang
§  soil invader: jarang bisa bertahan 1-2 tahun tanpa inang
C.      Udara dan air
biji terinfeksi à biji ditanam à tanaman sakit à populasi spora patogen pada jaringan tinggi à spora disebarkan oleh angin/ percikan air.
D.      Serangga. Missal: kutu afid
E.       Nematoda

*        Pengendalian patogen biji
þ  Budidaya tanaman à pengelolaan hama penyakit, terutama karena virus
       F  Jarak tanam
       F  Sanitasi kebun
       F  Pemupukan berimbang
       F  Pengaturan irigasi
       F  Pemantauan/ pengontrolan: tanaman, organisme lain, lingkungan fisik
       F  Pengendalian hama: mekanis, biologis, kimia, fisik
þ  Sertifikasi benih
       F  Genetis: tidak ada campuran varietas lain
       F  Fisiologis: daya tumbuh tinggi, vigor tinggi
       F  Fisik: bentuk, warna, ukuran, berat 1000 butir biji tidak menyimpang
       F  Patologis: bersih, sehat à tidak ada fungi, bakteri, virus, nematoda
       F  Kadar air benih rendah
þ  Perlakuan benih/ treatment
       F  Fisik: hot water treatment, dry heat treatment à disinfeksi
       F  Kimia: fumigasi, coating à disinfeksi & perlindungan

*        Penanganan Benih
                1          Pematangan pasca pemeraman (after-ripening) / pra-perawatan (pre-curing)
pemasakan buah à pengeringan buah

                2          Penyimpanan Sementara & transportasi
                3          Ekstraksi Biji à pengeluaran biji dari buah/polongnya
                4          Pembersihan benih
                5          Sortasi benih
                6          Pengeringan benih
                7          Penanganan kerusakan
                8          Perlakuan


Dirangkum oleh Fathin Nabihaty dari kuliah Patologi Benih yang diampu oleh Ibu Ani Widiyastuti dan Ibu Sri Sulandari di Fakultas Pertanian UGM semester ganjil tahun 2012.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...