"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

19 Januari 2012

Tergelitik Mencari Peluang

bicara tentang peluang (mata kuliah praktikum statistika), si asisten bilang "peluang pintu terkunci adalah 1/2. jika Si A mengambil 2 dari 12 kunci di laci bersamaansecara acak. Berapa peluang pintu dapat dibuka?", untuk menyelesaikan masalah yang bukan masalah itu si asisten memberi umpan balik "pertama-tama, ada berapa cara pintu dapat dibuka? dua ya.. pintu memang tidak dikunci, dibuka saja (1) atau pintu dibuka dengan kunci (2), sepakat semua??" tidak ada respon kelas, "oke sepakat".
....

coba deh baca lagi pertanyaan terakhir itu, "sepakat semua??" aku tergelitik dan bergumam "haha kalo aku bilang gak sepakat pasti sekelas bubar semua.. =D"

kenapa kita harus membatasi wilayah berpikir kita untuk dapat mencapai sesuatu dengan patokan cara-cara tertentu..?!! bukankah masih ada banyak cara diluar cara 'biasa'.. bisa saja si A orang kaya yang malas maka ia berteriak minta pembantunya bukain pintu (3), si A maling jadi ia buka pintunya pake kawat (4), si A polisi yang mau grebeg buron jadi ia dobrak pintunya langsung (5).. dan masih banyak lagi jika kita mau berpikir terbuka.

oleh karena itu tentunya nilai peluang itu subyektif dan relatif. nilai tes materi/praktikum peluang pun tak bisa dinilai sepihak. itu jika kita bicara dalam hal akademik, bagaimana jika kita bicara dalam hal kehidupan sehari-hari, terutama cara berpikir.. n_n berdasarkan teori relativitas peluang di atas, tentunya orang yang 'open minded' dan akan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai tujuannya dari pada yang berpikir kaku. begitu juga halnya dengan orang yang berwawasan, yang kreatif, yang banyak berinteraksi sosial, yang beriman atas adanya Sang Pencipta, mereka memiliki 'unlimited chance' untuk meraih mimpi-mimpinya, karena kelebihan dan ketidakterbatasan 'cara'.

teori ini fleksibel pada sektor kehidupan manapun, dalam berbisnis, bertani, rekayasa teknologi, eksplorasi sumber daya alam, percobaan di Lab, mempengaruhi publik, mengerjakan ujian akhir dan segala yang ada di langit dan di bumi. Kunci untuk memperbesar nilai peluang dengan memperbanyak cara untuk mencapai tujuan. sehingga semakin besar modal (baca: potensi) yang kita miliki untuk mencari cara-cara itu semakin besarlah peluang/kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan kita.

kemudian jika kita 'bold' modal keimanan, mengapa? keimanan adalah syarat peluang tak terbatas mutlak. jika seseorang beriman (baca: percaya) bahwa sesuatu itu mungkin terjadi karena adanya zat yang memiliki kemampuan luar biasa tak terbatas, maka dengan 'act' atau tindakan ia akan mencari-cari cara-cara yang tak terbatas pula untuk mencapai tujuannya.

itu jika kita bicara tentang peluang terlepas dari etos kerja ataupun ikhtiar. maka dapat disimpulkan bahwa dengan teori relativitas peluang, nilai peluang bukanlah 'exact value', melainkan tergantung/mengacu pada kaca mata si pelaku. (fathin)
^-^

~wallahu a'lam bisshowab~

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...