"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

19 Januari 2012

Obsesi

Seseorang datang dan bercerita kepada ku.

Setiap pagi ia terbangun dan teringat pujaan hatinya, ia buka hp, lalu ia cari-cari fotonya. Ia pandangi foto itu beberapa saat lamanya.

Ketika jenuh membaca, ia teringat pujaan hatinya, ia buka hp, lalu ia cari-cari fotonya. Ia pandangi foto itu beberapa saat lamanya.


Beberapa hari ia tidak bertemu atau melihat sosok pujaan hatinya, ia bagai tanaman yang menguning karena tak diberi pupuk. Setelah bertemu, ia merasa mendapat semangat baru. Terlebih jika mereka sempat mengobrol atau terjadi sesuatu - sebuah sapaan mungkin - Kejadian itu terus membayang-bayangi sampai pertemuan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya lagi.

Bak menanam bunga bangkai. Setiap permintaan dari pujaan hatinya bagai kata-kata yang menghipnotis dirinya. Tak mampu menolak, bahkan jika harus mengorbankan kepentingannya sendiri, dan bila menolak ia merasakan sebuah kejanggalan dan kekecewaan. Padahal seingatku ia sendiri hampir tak pernah meminta sesuatu, setidaknya ia hanya bertanya.

Sejak awal, ia tahu dan setiap kali ia sadar bahwa suatu saat ia akan sakit karena ini, sangat sakit. Namun memang mungkin hanya rasa sakit itulah yang mampu membunuh semua kekonyolan ini. Meski obsesi itu telah menjadi motivasi lain untuk perubahan dirinya. Pada akhirnya rasa sakit itu pun tetap tidak mampu membunuh satu pun jamur di dalam otaknya.

Obsesi itu menyakitkan.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...