"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

22 Desember 2012

Aplikasi Adzan Shollu V2.13



Sering kali kalau sudah ngadep layar komputer kita jadi lupa waktu, bahkan sampai gak dengar Adzan kalau sambil nyetel music. Awas keterusan!
Dengan memasang aplikasi Adzan di komputer, kamu gak bakal lagi kelewatan waktu sholat. Apa lagi sekarang aplikasi adzan makin banyak saja macam dan fitur plus-plusnya. Ada yang menyediakan kalender hijriyah, pengaturan waktu lokal atau waktu manca negara, jadwal imsakiyah, bacaan surah-surah Al Quran, suara-suara mu’adzin yang bisa dipilih dan ditambahkan sendiri, visualisasi orbit bulan-bumi-matahari, screensaver kaligrafi, waktu-waktu terjadinya gerhana serta munculnya komet, dan masih banyak lagi fitur menarik lainnya. Sumonggo tinggal dipilih saja mana yang paling kamu suka. Kalau saran saya, pilihlah aplikasi adzan yang

Rurouni Kenshin Screensaver



Masih ingat Samurai-X..? atau malah sebenarnya kamu penggemar berat Si Kenshin Himura? Kamu pasti bakalan histeris kalau sudah lihat yang satu ini.

10 November 2012

Tanaman Hias: Kamboja


Nama lokal (Adrian, 2012): Kamboja, Kamoja, Cempaka malja, Cempaka sabakul
Nama ilmiah: Plumeria acuminata
Taksonomi (Anonim, 2012b):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)                  
Kelas: Magnoliopsida (dikotil)
Kelas: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Plumeria 
Spesies: Plumeria acuminata Ait.

Tanaman Hias: Kaladium Merah


Nama lokal: Kaladium merah, Kuping gajah, Keladi tikus
Nama ilmiah: Caladium bicolor
Taksonomi (Anonim, 2012c):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Caladium 
Spesies: Caladium bicolor (W.Ait.) Vent 

Tanaman Hias: Paku Tanduk Rusa


Nama lokal (Anonim, 2012d): Paku tanduk rusa biasa, paku simbar menjangan, simbar agung, paku tanduk uncal.
Nama ilmiah: Platycerium bifurcatum
Taksonomi (Anonim, 2012d):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Platycerium 
Spesies: Platycerium bifurcatum C.Chr.

Tanaman Hias: Lidah Buaya


Nama lokal: Lidah buaya
Nama ilmiah: Aloe vera L.
Taksonomi (Anonim, 2012e):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Asparagales
Famili: Asphodelaceae
Genus: Aloe 
Spesies: Aloe vera L.


Tanaman Hias: Kaktus


Nama lokal: Kaktus
Nama ilmiah: Cactaceae (famili)
Taksonomi (Anonim, 2012f):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (dikotil)
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales 
Famili: Cactaceae (kaktus-kaktusan)

Tanaman Hias: Sikas


Nama local : Sikas
Nama ilmiah: Cycadaceae (famili)
Taksonomi (Anonim, 2012g):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Cycadophyta (sikad)
Kelas: Cycadopsida
Ordo: Cycadales 
Famili: Cycadaceae

Tanaman Hias: Pandan Bali


Nama local (Anonim, 2012h): Pandan bali
Nama ilmiah: Cordyline australis
Taksonomi (Anonim, 2012h):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Laxmanniaceae
Genus: Cordyline 
Spesies: Cordyline australis (Forst. f.) Hook.f.


Tanaman Hias: Sansivera


Nama lokal: Sansivera
Nama ilmiah: Sansevieria cylindrica
Taksonomi (Anonim, 2009b):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Agavaceae
Genus: Sansevieria 
Spesies: Sansevieria cylindrica


Tanaman Hias: Iris


Nama lokal: Iris, Anggrek tanah
Nama ilmiah: Neomarica longifolia
Taksonomi (Steven, 2012):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Iridaceae
Genus: Neomarica 
Spesies: Neomarica longifolia

Tanaman Hias: Tricolor


Nama lokal: Tricolor, Bunga manggar
Nama ilmiah: Dracaena marginata var Tricolor
Taksonomi (Anonim, 2012i):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae
Genus: Dracaena
Spesies: Dracaena marginata

Tanaman Hias: Bunga Gladiol


Nama lokal: Gladiol
Nama ilmiah: Gladiolus communis L.
Taksonomi (Anonim, 2005):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi : Tracheophyta
Subdivisi : Pteropsida
Kelas : Liliopsida (monokotil)
Subkelas : Lilidae
Ordo : Liliales
Famili : Iridaceae
Genus : Gladiolus
Spesies : Gladiolus hybridus

Tanaman Hias: Anthurium bunga


Nama lokal: Anthurium kuping gajah
Nama ilmiah:  Anthurium andraeanum
Taksonomi (Anonim, 2012k):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (ber biji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (talas-talasan)
Genus: Anthurium
Spesies: Anthurium andreanum

Tanaman Hias: Bunga Pikok Ungu


Nama lokal: Bunga Pikok ungu
Nama ilmiah: Asteraceae (famili)
Taksonomi (Pujowati, 2006):
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (magnoliophyta)
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dycotyledonae (magnoliopsida)
Ordo: Asterales (campanulate) 
Famili: Asteraceae (compositae)

Tanaman Hias: Sedap malam


Nama lokal: Sedap malam, sundal malam
Nama ilmiah: Polianthes tuberose L.
Taksonomi (Anonim, 2012l):
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (berbiji)
Divisi: Magnoliophyta (berbunga)
Kelas: Liliopsida (monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
 

Famili: Agavaceae 
Genus: Polianthes

Tanaman Hias: Mawar Merah


Nama lokal: Mawar Merah
Nama ilmiah: Rosa. hybrida
Taksonomi (Anonim, 2011d):
Kingdom: Plantae
Divisi: Spermatophyta
Sub-Divisi : Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Ordo: Rosanales
Famili: Rosaceae
Genus: Rosa
Species: Rosa. hybrida Hort.


Macam-macam Tanaman Hias dan Bunga Potong



Tanaman hias merupakan tanaman non pangan yang sangat digemari karena kemanfaatannya untuk pelengkap lansekap dan estetika arsitektur baik interior maupun eksterior. Hal ini juga menjadi peluang usaha yang sangat menarik bagi pebisnis tanaman, sehingga perdagangannya tidak hanya dalam lingkup domestik melainkan telah melewati batas-batas negara dan benua.
Dampak dari perdagangan tanaman hias yang terjadi dengan sangat cepat ini adalah besarnya keanekaragaman tanaman hias di setiap daerah. Padahal Indonesia yang beriklim tropis pun secara potensial telah memiliki keanekaragaman tanaman hias yang tinggi. 
Dengan tingginya keanekaragaman jenis tanaman hias yang ada, sebenarnya sangat banyak desain arsitektur yang dapat diciptakan dari kombinasi-kombinasinya, namun umumnya tanaman hias yang digunakan dalam arsitektur ruang maupun taman terkesan monoton dan kurang bervariasi.

Berikut beberapa contoh tanaman hias dan bunga potong yang dapat dijadikan rujukan untuk penataan lansekap:

Budidaya Tanaman Hias: Sikas


I.       Sejarah Cycas
Cycads / Sikas adalah tanaman jurasik yang berumur kurang lebih 240 juta tahun dan diperkirakan merupakan makanan dinosaurus yang herbifora. Sikas bahkan dipercaya sudah tumbuh sebelum tanaman bunga dan fern.
Distribusi Sikas yang sangat luas menunjukkan tanaman ini sangat dominan pada masa prehistorik, sikas dapat ditemui di benua Amerika (Dioon, Zamia, Mikrosikas), Australia (Macrozamia, lepidozamia dan cycas), Asia (cycas), Afrika (Encephalartos, Cycas dan Stangeria). Umur sikas yang begitu tua memberikan kesan prehistorik yang kuat sehingga menjadi buruan banyak hobiis. 
Sikas hanya tumbuh didaerah beriklim tropis seperti di Asia, Australia, Amerika Tengah dan Selatan hingga Afrika. Beberapa Zamia juga tumbuh di wilayah Amerika Serikat yang beriklim tropis.  Beberapa jenis sikas diketahui telah punah di alam habitatnya, sedang sebagian lainnya terancam punah yang disebabkan karena aktivitas illegal para kolektor tanaman hias yang secara membabi buta mengambil sikas dari alam bebas seirring dengan tingginya permintaan dan nilai komersial yang dapat diperoleh dari usaha jaul beli tanaman hias.
Pakis haji atau populer juga dengan nama sikas adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakishaji atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian (Cycadaceae) yang masih banyak dijumpai. Masyarakat awam di Indonesia mengenal pakis haji dari beberapa spesies yang biasa ditanam di taman-taman menyerupai palem, yaitu C. rumphii, C. javana, serta C. revoluta (sikas jepang). Tetapi saat telah terdapat 10 genre sikas lainnya yang teridentifikasi.

1 Oktober 2012

Klasifikasi Tanaman Sayur

A.      Berdasarkan Toleransi Keasaman Tanah (Susila, 2006)
a.       6,5: bawang daun, selada keriting, seledri, spinasi
b.      6,0: bayam, cabe, bawang putih,
c.       5,5: bawang merah, kacang panjang, kubis bunga (Brasica oleracea cv Cauliflower),
d.      5,0: labu siam
B.      Berdasarkan Toleransi Kelempungan Tanah (Susila, 2006)
a.       Sedang: seledri,
b.      Ringan: bayam, kubis, lobak, lettuce, selada keriting
C.      Berdasarkan Kebutuhan Naungan (Susila, 2006)

12 September 2012

Mengganti Bentuk Kursor dan Folder: Bonus File .ico dan .cur Lucu Gratis!

Buat kamu yang suka ngutak-atik style PC pribadi, tulisan ini mungkin bisa dicoba dipraktekkan. Atau kalau kamu sudah tahu ilmunya, maka semoga koleksi-koleksi file icon dan folder saya kali ini bisa menambah inventarismu.

10 September 2012

Another Side of East Java

-->Liburan pertengahan tahun 2012 yang panjang akhirnya berakhir juga. Apapun yang memakan waktu kita selama ini semoga bermanfaat dan penuh barokah ya..
Selama satu bulan yang lalu (Juli-Agustus 2012) liburan ku habiskan untuk Praktik Kerja Lapangan di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Pasuruan, Jawa Timur. Yah, meskipun tidak penuh satu bulan karena ada libur week end dan ngelibur sakit, tapi tetap saja aku ada di sana selama satu bulan.
Pengalaman melancong ke provinsi orang ‘sendirian’ ini memang bukan pertama kalinya (pertama kali ke Bandung tahun 2011), namun untuk perjalanan sangat jauuuh tanpa tahu siapa dan di mana arah tujuan berada adalah pertama kalinya bagiku. Demi pengalaman baru dan kemanfaatan yang lebih, ku beranikan diri untuk bekerja di institusi riset perkebunan tertua di Jawa ini. Biarlah orang-orang mempertanyakan alasanku pergi sejauh ini hanya untuk PKL, karena Rasul pun pernah berdo’a: “Allahummahdii qoumi fainnahuu laa ya’lamuun”… ^^
Pasuruan, berbagai sebutan terpateri dalam memoriku tentang kota ini. Kota pantai, kota tua, kota industri, kota santri, dan yang paling ku suka adalah kota kucing, begitu ku sebut Pasuruan. Aku bisa berkata demikian karena waktuku di sana tidak hanya ku habiskan untuk kerja-pulang-kerja-pulang. Berikut ku bagi beberapa pengalaman petualanganku yang mengesankan di Jawa Timur, khususnya Pasuruan dan Malang:

5 Juli 2012

Liburan 10 Situs Wisata Jogja-Klaten

Beberapa hari yang lalu keluargaku melancarkan misi liburan di Jogja yang diinisiasi oleh kedua adikku. Mereka memiliki rencana utama untuk main ke pantai Indrayanti yang sedang populer dan juga ke salah satu gua yang dekat dengan lokasi itu. Lalu karena target waktu selama 3 hari maka rencana itu ku panjang lebarkan. Jadilah kami mengunjungi kesepuluh tempat ini.

2 Juli 2012

Syntag (bahasa perintah) SAS Faktorial untuk Analisis ANOVA dan Duncan

Misalnya diperoleh data berat kue dari percobaan Faktorial dengan kombinasi perlakuan 5 macam komposisi tepung singkong (0%, 20%, 50%, 80%, dan 100%) dan 2 macam dosis ragi (8 dan 17,5 g/L) sebagai berikut:

27 Juni 2012

PENYADAPAN TANAMAN KARET

Pesatnya pertumbuhan ekonomi dunia pada sepuluh tahun terakhir di kawasan Asia-Pasifik dan Amerika Latin memberi dampak pertumbuhan permintaan karet alam yang cukup tinggi. Hasil studi REP (Rubber Eco Project) tahun 2004 meyatakan bahwa (Anwar, 2001) permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 adalah sebesar 31.3 juta ton untuk industri ban dan non ban, dan 15 juta ton diantaranya adalah karet alam.Indonesia diketahui memiliki lahan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan karet alam ini.
Di samping potensi pasarlateks yang besar, harga jual juga mendorong pemerintah dan swasta semakin gencar mengupayakan berbagai cara untuk peningkatan produksinya.Upaya peningkatan produksi ini dilakukan melalui berbaikan manajemen dan teknologi budidaya, yaitu termasuk di dalamnya cara-cara penyadapan.
Dengan pengelolaan yang memenuhi seluruh kriteria teknis produksi, maka estimasi produksi dapat dioptimalkan dengan mengacu pada standar produksi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat atau Balai Penelitian Perkebunan terkait.

PRODUKTIVITAS TANAMAN KELAPA

Luas pertanaman kelapa di Indonesia telah mencapai 3,76 juta ha. Namun demikian pada tahun 2011, terjadi penurunan area perkebunan kelapa Dalam yang berpengaruh terhadap produksi secara umum. Kecenderungan terjadinya eksploitasi monopsonistik oleh perusahaan inti terhadap petani plasma merupakan salah satu penyebab penurunan areal pertanaman tersebut. Hal lain yang menjadi factor penyebab permasalahn tersebut adalah kurangnya pengetahuan akan teknologi penerapan budidaya kelapa dikalangan petani. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas kelapa dan pendapatan petani, kelapa tua perlu diremajakan, kelapa yang relative muda direhabilitasi dan perlu adanya penerpan teknologi tepat guna dalam budiaya tanaman kelapa, serta utamanya diperlukan pengkajian mengenai penaksiran produktivitas kelapa di suatu daerah dalam satu satuan luas lahan per satu satuan waktu. Sehingga dapat dilakukan upaya teknis lanjutan untuk peningkatan produktivitas kelapa tanpa hambatan yang berarti.
Tanaman kelapa dibagi menjadi dua jenis berdasarkan umur dan sifat lainnya, yaitu kelapa Dalam dan kelapa Genjah. Tanaman kelapa Dalam memiliki batang besar dan pada bagian bawahnya membesar yang biasa disebut bole. Tinggi tanaman dapat mencapai 30 m, dan umur produksi 70-90 tahun setelah tanam. Tanaman kelapa Genjah memiliki karakter sebaliknya, yaitu berbatang ramping, tidak membentuk bole, dan berbuah lebih cepat 3-4 tahun setelat tanam. Hibridisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kelapa. Tahapan pada proses hibridisasi meliputi penyediaan serbuk sari, emaskulasi, dan polinasi/ penyerbukan. Persilangan secara alami dilakukan oleh serangga atau angin, sedangkan persilangan buatan dilakukan dengan menghembuskan serbuk sari pada bunga betina yang sedang reseptif. Pada persilangan buatan, serbuk sari tidak semuanya habis dipakai dalam satu hari persilangan, bergantung pada jumlah bunga betina yang sudah siap untuk diserbuki, sehingga serbuk sari perlu disimpan. Proses penyimpanan serbuk sari akan mempengaruhi viabilitasnya (Randriani dan Saefudin, 1993).
Keberhasilan Filipina dalam industrialisasi kelapa dapat tercapai dengan cara meningkatkan produk tradisional dan nontradisional. Produk kelapa tradisional yang dihasilkan adalaha kelapa segar, kopra, minyak kelapa, bungkil kopra, kelapa parut kering, arang tempurung, karbon aktif, roated coconut, fatty alcohol, coconut acid oil, sedangkan produk nontradisional meliputi coconut cream powder, hydrogenated cocfo oil, paring oil, crude glycerine, coco chemical, alkanolamide, dan coco shel flour. Diversifikasi produk kelapa dalam skala industry ini belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia. Adanya potensi bahan baku yang cukup besar dan teknologi pengelolaan produk kelapa yang makin dikuasai member peluang bagi diversifikasi produk melalui proses agroindustri (Wirakartakusumah et al., 1993).
Tanaman kelapa dikenal sebagai pohon yang mempunyai banyak kegunaan, mulai dari akar sampai pada ujungnya (daun), dari produk non-kuliner maupun kuliner/makanan, dan juga produk industri sampai produk obat-obatan. Bagi banyak negara di dunia,tanaman ini disebut sebagai "Pohon Kehidupan". Tinggi pohon kelapa dapat mencapai 15 sampai 30 meter di daerah perkebunan. Batang pohon di lingkari dengan parutan/ goretan bekas daun-daun tua yang sudah rontok. Bagian paling atas dari batang di mahkotai dengan daun-daun berbentuk bunga mawar. Buah kelapa berbentuk lonjong dan dilapisi oleh kulit yang licin yang berwarna hijau terang, jingga cerah atau warna-warna gading. Di bawah lapisan kulit terdapat lapisan serat tebal yang digunakan untuk sabut. Lapisan berikutnya adalah tempurung dari biji yang mempunyai tiga karakteristik 'mata'. Tempurung dapat digunakan untuk membuat arang dan alat-alat makan. Bagian dalam dari tempurung dilapisi oleh lapisan putih yang dapat dimakan, yang disebut daging atau kopra.Daging buah ini juga dibuat menjadi produk kimia, industri dan obat-obatan. Cairan di dalam lubang biji kelapa disebut air kelapa. Ketika biji berkecambah, batang baru akan muncul dari salah satu mata tempurung. Kelapa adalah satu-satunya spesies pada jenis Cocos. Kelapa tidak berbahaya bagi kesehatan, tapi penggunaan minyak kelapa secara terus-menerus dengan jumlah yang besar tidak disarankan karena minyak ini mengandung lemak jenuh yang berhubungan dengan penyakit jantung. Sabun yang terbuat dari bahan kelapa dapat menyebabkan iritasi pada kulit pada orang yang sensitif terhadap bahan ini (Anonim, 2009).
Salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan usaha tani kelapa yaitu dengan menanm tanaman sela. Penanaman tanaman sela di antara kelapa berpengaruh positif terhadap tata kehidupan mikroorganisme tanah serta pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kelapa. Kaat dan Darwis (1989) mengemukakan bahwa kehadiran tanaman sela berpengaruh terhadap penambahan jumlah bunga betina dan jumlah buah kelapa tiap pohon.
Tingkat naungan atau intensitas sinar matahari di bawah tajuk kelapa berbeda sesuai dengan perkembangan umur dan jenis tanaman kelapa. Sejak tanaman kelapa ditanam sampai umur 8 tahun, jumlah radiasi yang sampai di bawah tajuk masih cukup besar. Memasuki umur 8-10 tahun, jumlah radiasi menurun, dan radiasi terendah terjadi pada saat tanaman kelapa berumur 10-25 tahun (+ 20%), kemudian berangsur-angsur bertambah sampai tanaman berumur 40 tahun (+ 50%). Setelah periode ini, radiasi matahari yang sampai di bawah tajuk kelapa kembai tinggi karena tajuk kelapa mulai mengecil, sehingga memungkinkan cahaya matahari lebih leluasa menembus tajuk kelapa sampai ke permukaan tanah (Nelliat et al., 1974).
Tanaman kelapa tidak luput dari serangan hama yang dapat menurunkan produksi. Hama penting yang menyerang tanaman kelapa meliputi 19 jenis serangga, 6 jenis vertebrata, dan satu jenis nematoda. Dari 19 jenis serangga tersebut, Setora nitens Walker, Parasa lepida Crammer, Hidari irava, Chalcocelis albiguttata, Brontispa longissima, Oryctes rhinoceros, dan Valanga sp. merupakan hama pemakan daun kelapa. Serangan hama pemakan daun berpengaruh terhadap menurunnya hasil buah kelapa. Jika terdapat hama pemakan daun 18 ekor setiap pelepah, maka 10% anak daun akan dikonsumsi hama tersebut. Akibatnya produksi buah menurun 1%. Hilangnya anak daun akibat dikonsumsi oleh serangga tersebut menimbulkan hubungan yang positif terhadap turunnya produksi buah (Ruskandi dan Odih, 2004).


DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2009. Tanaman Kelapa: Pohon Kehidupan. <http://coconutmic.com/id/produksi/pohon-kehidupan>. Diakses pada tanggal 14 Maret 2012.

Kaat, H. dan S. N. Darwis. 1989. Pengaruh tanaman sela terhadap produksi kelapa. Jurnal Penelitian Kelapa. Hal (1): 34-36.

Nelliat, E. V., Bavappa, and P. K. R. Nair. 1974. Multi Stroeyed Cropping. New Dimension of Multiple Cropping in Coconut Plantation. WorldCrops 26: 262-266.

Randriani, E. dan Saefudin. 1993. Persilangan buatan pada kelapa. Kumpulan Makalah Seminar Ilmiah tahun 1992/ 1993. Sub Balai Penelitian Kelapa Pakuwon. Hal: 2-3.

Ruskandi dan Odih S. 2004. Teknik pengendalian hama pemakan daun kelapa melalui infus akar. Buletin Teknik Pertanian. Vol. 9 No. 2.

Wirakartakusumah, M.A., T. R. Muchtadi, A. M. Syarif, Rokhani, Sugiyono, dan S. Ketaren. 1993. Agroindustri kelapa Dalam Prosiding Konferensi Nasional Kelapa III, Buku III. Seri Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Indsutri, Bogor. No. 25: 205-220.

KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA KULON PROGO

Tanaman perkebunan (kelapa dan kelapa sawit) tumbuh baik pada gambut dangkal sampai gambut dalam (1-3 m). Ketebalan gambut lebih dari 3 m tidak disarankan untuk pertanian, dan lebih sesuai untuk kawasan hutan lindung atau konservasi. Pengembangan tanaman kelapa terutama kelapa hubrida di lahan gambut pasang surut banyak dilakukan di Propinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan (Mahmud dan Allolerung, 1998).
Kelapa mempunyai persyaratan tumbuh dengan selang sifat yang relative lebar, sehingga dapat tumbuh baik didataran rendah maupun tinggi, dengan iklim basah (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan) maupun iklim kering (Sulawesi dan Nusa Tenggara). Dalam criteria kesesuaian lahan (Djaenudin et al., 2000) dinyatakan bahwa kelapa dapat tumbuh pada daerah dengan temperature tahunan rata-rata 20-350 C dengan suhu optimal 25-280 C, dan curah hujan 1.000-5.000 mm/tahun atau paling sesuai 2.000-3.000 mm/tahun. Meskipun demikian, pada umumnya tanaman kelapa (terutama kelapa hibrida) tidak dapat betahan apabila bulan kering lebih dari 6 bulan (Abdurachman dan Mulyani, 2003).
Pohon kelapa dapat hidup pada berbagai macam jenis tanah, asalkan jenis-jenis tanah itu memiliki susunan physis yang baik. Susunan physis yang baik itu menjamin peresapan air dan peredaran udara yang sempurna di dalam tanah. Permukaan air tanah letaknya cukup dalam, setidaknya 1 meter dari permukaan tanah, dan air tanah itu hendaknya selalu dalam keadaan bergerak, karena pohon kelapa itu untuk pertumbuhannya yang sempurna memerlukan air banyak. Syarat penting yang dikehendaki terhadap tanah itu ialah kemampuannya yang cukup besar untuk menahan air, supaya tidak cepat merembas ke bagian dalam tanah. Pohon kelapa yang tumbuh di tempat -tempat yang berdekatan dengan air yang bergerak, misalnya di tepi-tepi sungai, di tepi-tepi galangan sawah, di dekat pantai, dsb. biasanya keadaan tumbuhnya baik sekali, karena air yang selalu dalam keadaan bergerak itu banyak mengandung zat asam (O2). Sebaliknya, pohon kelapa yang hidup di tepi-tepi rawa atau di tepi-tepi pantai yang berlumpur, tumbuhnya tetap kerdil. Pohon kelapa yang tumbuh di dataran rendah mempunyai potensi produksi yang tinggi. Di dataran tinggi, tumbuhnya lambat, karena itu mulainya berbuah dan berproduksi juga lambat, sedangkan penghasilan buah dari tiap batang juga tidak banyak. Kadang-kadang buahnya berukuran kecil pula. Tanah humus dan juga tanah gambut baik sekali untuk perkebunan kelapa; kalau menggunaan tanah gambut, drainasenya harus diatur dengan sempurna. Pada tanah-tanah tersebut pohon kelapa itu mudah tumbang, disebabkan karena susunan tanah kurang padat. Di pantai-pantai yang tanahnya terdiri dari lapisan pasir yang steril, sering kali pohon kelapa itu menunjukkan pertumbuhan yang baik. Ini disebabkan karena air tanah yang bergerak di bawah lapisan pasir itu mengandung unsur-unsur zat makanan tanaman yang cukup banyak. Pohon kelapa juga dapat tumbuh subur di pulau-pulau karang, kalau tanah itu banyak mengandung humus (Soetedjo, 1969).
Di Indonesia pada umumnya pertanaman kelapa terdapat pada ketinggian di bawah 500 m. Namun memang ada beberapa pengecualian, pada lokasi tertentu di daerah pegunungan Sumatera, Jawa dan Sulawesi Utara masih dijumpai pertanaman kelapa pada ketinggian 900 m atau lebih dari permukaan laut. Di daerah Minahasa (Sulawesi Utara) dijumpai kelapa yang tumbuh pada ketinggian 1.100 m. Pertumbuhan vegetatif kelihatan masih baik, pembentukan buah masih terjadi namun kecil-kecil dan tidak mempunyai daging buah. Perbedaan tinggi tempat dari permukaan laut, menyebabkan perbedaan temperatur. makin tinggi tempat, makin rendah temperatur. Dan sebenarnya faktor temperatur inilah yang terutama mempengaruhi pertumbuhan kelapa. Penurunan temperatur pada umumnya adalah sekitar 0.6o C setiap penambahan ketinggian 100 m. Walaupun hal ini tergantung pada beberapa faktor seperti musim, waktu, kandungan uap air di udara dan lain-lain. Tanaman kelapa tidak bisa tumbuh baik di daerah tinggi, karena temperatur yang rendah di tempat tersebut (Darwis, 1986).
Hasil penilaian kesesuaian lahan dibedakan menjadi lahan yang sesuai untuk intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi. Apabila wilayah yang dievaluasi tersebut telah digunakan untuk tanaman kelapa, maka arahan pengembangan lebih ditujukan untuk intensifikasi. Lahan untuk intensifikasi yang berpotensi tinggi hanya seluas 427.500 ha, sedangkan seluruh wilayah yang berpotensi (potensi tinggi, sedang, dan rendah) mencapai 872.900 ha, lebih kecil dari luas total lahan tanaman kelapa saat ini 3.759.397 ha. Hal ini terjadi karena lahan yang intensig ditanami kelapa belum seluruhnya terpetakan dalam peta penggunaan lahan, terutama untuk perkebunan rakyat yang umumnya berupa kebun campuran yag sulit untuk dibatasi/ didelineasi di peta. Peta penyebaran lahan yang sesuai untuk intensifikasi, ekstensifikasi maupun diversifikasi di masing-masing propinsi tersedia di Puslitbangtanak (Abdurachman et al., 1998). Hasil penilaian berupa kelas dan subkelas kesesuaian lahan dari tanaman yang dinilai ditentukan oleh faktor pembatas terberat. Faktor pembatas tersebut dapat terdiri dari satu atau lebih tergantung dari karakteristik lahannya (Ritung dkk., 2007).
Untuk Kabupaten Kulon Progo, kesesuaian lahan S1 untuk tanaman kelapa dan pisang ditemukan di wilayah Kecamatan Temon, yaitu Desa Kulur, Kedungdandang, Demen, Kaligintung, Temonwetan, Temonkulon, Kebonrejo, Janten, Karangwuluh, Sindutan, Jangkaran, Palihan, Glagah, dan Plumbon, dengan factor pembatas kesuburan lahan, sehingga perlu ditambahkan pupuk N, K, dan pupuk organik. Sarana pengembagnan komoditas yang utama di daerah ini adalah tenaga kerja produktif usia 15-54 tahun yang rata-rata 4 orang/Ha (BPTP Yogyakarta, 2005).

 
DAFTAR PUSTAKA


Abdurachman, A. dan Anny Mulyani. 2003. Pemanfaatan lahan berpotensi untuk pengembangan produksi kelapa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Jurnal Litbang Pertanian, Vol. 22(1): 24-30.

Abdurachman, A., A. Mulyani, dan K. Gandasasmita. 1998. Kesesuaian lahan untuk pengembangan beberapa tanaman perkebunan di Indonesia dalam Prosiding Pertemuan Komisi Penelitian Pertanian Bidang Perkebunan. Peremajaan, Rehabilitasi, dan Perluasan Tanaman Perkebunan: Kelapa, Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kakao, Teh, Lada, Pala, Jambu Mete. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Perkebunan, Bogor. hlm. 20-41.


Darwis.1086. Tanaman Kelapa dan Lingkungan Pertumbuhannya. Balai Penelitian Kelapa, Manado.

Djaenudin, D., M. Henrisman, Subagyo, A. Mulyani, dan. Suharta. 2000. Kriteria Kesesuaian Lahan untuk Beberapa Komoditas Pertanian. Versi 2, 2000. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Mahmud, Z. dan D. Allolerung. 1988. Teknologi peremajaan, rehabilitas, dan perluasan tanaman kelapa dalam Prosiding Pertemuan Komisi Penelitian Pertanian Bidang Perkebunan. Peremajaan, Rehabilitasi, dan Perluasan Tanaman Perkebunan: Kelapa, Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kakao, Teh, Lada, Pala, Jambu Mete. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Perkebunan, Bogor. hlm. 116-130.

Ritung S, Wahyunto, Agus F, Hidayat H. 2007. Panduan Evaluasi Kesesuaian Lahan dengan Contoh Peta Arahan Penggunaan Lahan Kabupaten Aceh Barat. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor, Indonesia.

Soetedjo, R. 1969. Ilmu Bercocok Tanam Kelapa. Penerbit C. V. Yasaguna, Jakarta.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...