"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

10 Desember 2011

Sifat Pupuk

http://adf.ly/YcG51Praktikum Kesuburan Tanah Acara 2 yang berjudul Sifat Pupuk dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2011 bertujuan untuk mengenal berbagai jenis pupuk dan mencirikan sifat-sifat pupuk berdasarkan koleksi yang sudah ada. Praktikum ini dilaksanakan di  Laboratorium Kesuburan Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kegiatan praktikum diawali dengan mengamati pupuk yang tersedia di atas meja praktikan kemudian dicatat sifat fisik, sifat kimia (kandungan hara dang senyawa kimia), kemasan dan aplikasi pupuk yang diamati. Dari pengamatan yang dilakukan diperoleh berbagai macam pupuk dengan sifat-sifat yang berbeda. Sifat – sifat tersebut adalah kadar unsur, higroskopisitas, kelarutan, kemasaman (pH) dan waktu yang diperlukan dari pemupukan sampai diserap tanaman .

I.    PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Ketersediaan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat produksi suatu tanaman. Macam dan jumlah unsur hara yang tersedia di dalam tanah bagi pertumbuhan tanaman pada dasarnya harus berada dalam keadaan yang cukup dan seimbang agar tingkat produksi yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Jadi produktivitas tanah adalah kemampuan tanah tersebut untuk dapat menghasilkan produksi pertanian yang optimal tanpa mengurangi tingkat kesuburan tanahnya.
Pemupukan yang sesuai dengan unsur hara tanah dapat meningkatkan kesuburan kimiawi tanah sehingga sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan bisa dilakukan dengan pemberian pupuk buatan dan pupuk alam atau pupuk organis. Pupuk yang terakhir ini lebih besar manfaatnya dari pada jenis pupuk yang pertama oleh karena dapat meningkatkan kesuburan kimawi, juga dapat meningkatkan kesuburan fisik dan biologi tanah.
Suatu unsur kimiawi dianggap esensial sebagai unsur hara tanaman jika memenuhi tiga kriteria Arnon berikut; yaitu Harus ada agar tanaman dapat melengkapi siklus hidupnya, sehingga jika tanaman mengalami defisiensi hanya dapat diperbaiki dengan unsur tersebut, dan unsur ini harus terlibat langsung dalam penyediaan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Di antara zat hara yang diperlukan oleh tanaman itu untuk pertumbuhannya yang sehat yang tepenting ialah: N (Nitrogen), P (Phosfat), K (Kalium), S (Sulfur), Mg (Magnesium), Ca (Calsium), Fe (Ferry), dan sebagainya.


B.     Tujuan
Mengenal berbagai jenis pupuk dan mencirikan sifat – sifat pupuk berdasarkan koleksi yang sudah ada.

II.  TINJAUAN PUSTAKA
Tanah merupakan sumber makanan bagi tanaman. Kandungan hara yang ada di dalam tanah sangat dibutuhkan oleh tanaman. Keberadaan kandungan hara bagi tanaman ini tentunya akan semakin menurun seiring dengan pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu tanah memerlukan pemeliharaan yang cukup agar kesuburanya dapat terjaga dengan baik. Pemeliharaan yang dapat dilakukan antara lain dengan pemupukan, pemanfaatan irigasi, pengolahan yang baik, penggunaan pupuk dan pestisida yang teratur dan dengan menggunakan bibit yang unggul (Yuwono dan Roesmarkam ,2002).
Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara  bagi tanaman.Bahan tersebut berupa mineral atau organik, dihasilkan oleh kegiatan alam atau diolah olehmanusia di pabrik. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah: C, H, O (ketersediaan dialam masih melimpah), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro, kadar dalam tanaman > 100 ppm),Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (hara mikro, kadar dalam tanaman < 100 ppm) (Nasih, 2010).
Pupuk dalam arti luas, termasuk semua bahan yang ditambahkan kedalam tanah untuk menyediakan unsur – unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman. Tetapi istilah pupuk biasanya berhubungan dengan pupuk buatan. Pupuk tidak berisi unsur – unsur hara tanaman dalam bentuk unsur seperti Nitrogen, Fosfor, atau kalium, tetapi unsur – unsur tersebut ada dalam bentuk campuran yang memberikan bentuk – bentuk ion dari unsur hara yang dapat diadsorbsi tanaman (Foth, 1991).
Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui prosespembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Menurut jenis unsur hara yangdikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam.Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen (Anonim, 2010).
Suatu unsur kimiawi dianggap esensial sebagai unsur hara tanaman jika memenuhi tiga kriteria Arnon berikut; yaitu Harus ada agar tanaman dapat melengkapi siklus hidupnya, sehingga jika tanaman mengalami defisiensi hanya dapat diperbaiki dengan unsur tersebut, dan unsur ini harus terlibat langsung dalam penyediaan nutrisi yang dibutuhkan tanaman (Kemas, 2005).
Di antara zat hara yang diperlukan oleh tanaman itu untuk pertumbuhannya yang sehat yang tepenting ialah: N (Nitrogen), P (Phosfat), K (Kalium), S (Sulfur), Mg (Magnesium), Ca (Calsium), Fe (Ferry), dan sebagainya (Siregar, 1981).
Aplikasi pupuk P yang ditebar dengan merata merupakan hal yang fisibel dalam bentuk kering ataupun cairan. Percampuran selanjutnya dengan tanah dari pupuk P yang ditebar dengan pengolahan akan mencampurkannya ke dalam tanah dan menempatkannya sebagian dari P tersebut cukup dalam di dalam tanah sehingga akan berada dalam zone yang lembab paling tidak selama suatu bagian dari musism pertumbuhan. Pada tanah-tanah yang mengandung tingkat P tersedia rendah, waktu dan metode dapat cukup penting. Penempatan dalam zone perakaran efektif umumnya menghasilkan efisiensi penggunaan P yang lebih besar (Welch et al., 1966).
Jumlah N yang termineralisasi di dalam tanah meningkat seiring bertambahnya umur tanaman dan mencapai puncaknya saat tanaman berumur dua bulan aetelah tanam atau saat tanaman mencapai pertumbuhan vegetatif maksimal. Mineralisasi N sangat tergantung pada sumber atau bahan yang akan dimineralisasi, kondisi lingkungan dan aktivitas dari organisme yang terlibat. Semakin banyak N yang diserap tanaman, maka semakin terganggu keseimbangan N anorganik yang ada dalam tanah dan keadaan ini akan dipulihkan oleh suplai N yang berasal dari mineralisasi N organik (Ifansyah dan Priatmadi, 2003).
Penggunaan pupuk yang benar sesuai dengan waktu dan dosisnya sangat berpengaruh baik terhadap kehidupan tanaman karena: dapat memperbaiki struktur tanah sesuai dengan yang dikehendaki oleh tanaman, dapat menggantikan unsur hara yang hilang atau habis, sehingga dapat mempertahankan keseimbangan unsur hara dalam tanah dan kesuburan tanah meningkat, dapat meningkatkan daya ikat terhadap air sehingga kebutuhan tanaman terhadap air dapat tercukupi, dapat mengikat fraksi tanah, dapat mengurangi bahaya erosi karena tanaman menjadi subur, dapat meningkatkan produksi, baik kuantitas maupun kualitas (Badan Penelitian Pertanian, 2001).

III. METODOLOGI
Praktikum Acara 2 dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2011 di Laboratorium Kesuburan Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Alat – alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis dan kamera ( Hand Phone atau digital) untuk dokumentasi, sedangkan bahan yang digunakan adalah berbagai macam koleksi pupuk yang sudah dikumpulkan pada acara sebelumnya untuk diamati sifat fisik, kimia (kadar hara dan senyawa kimia) dan aplikasinya.
Hal-hal yang harus dilakukan dalam praktikum ini adalah diamati pupuk dan brosur yang tersedia mulai dari sifat fisik, sifat kimia, kemasan, produsen, tanggal pembuatan, tanggal kadaluarsa sampai aplikasi, kemudian dicatat/digambar/difoto.


IV.  HASIL PENGAMATAN
            Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada praktikum Sifat Pupuk,didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Hidro Group Khusus Tanaman Euphorbia
v  Sifat fisik
-  Bentuk : Cair
-  Warna :  Bening
-  Higroskopisitas : Tidak ada
v  Sifat Kimia
-  Senyawa Kimia : NO3 , NH4 , P, K , Mg dan S.
-  Kadar Hara       : NO3 : 8,29%              P: 8,43%                    Mg : 5,92%
                                   NH4 : 1,22%              K : 38,44%                 S    : 11%
-      Sifat fisiologis /kemasaman : -
v  Kemasan : Botol
-  Produsen : Hidro Group Indonesia
-  Tanggal pembuatan : -
-  Tanggal kadaluarsa : -
v  Aplikasi
-   Cara penggunaan : Dicampur dengan air lalu disiramkan pada tanaman
-   Takaran penggunaan : 10cc (1 tutup botol)  untuk maksimal 2 liter.
v  Keterangan : Sebaiknya tidak dilakukan penambahan pupuk jenis lain. 

2. Flonik ADEC O2
v   Sifat fisik
-   Bentuk :Serbuk
-   Warna : Abu – abu
-   Higroskopisitas : Ada
v   Sifat Kimia
-  Senyawa Kimia : Si, Mg , Ca, Na, S, P ,K, Karbon Organik ,serta unsur lainnya.
-   Kadar Hara : -
-   Sufat Fisiologis /kemasaman : -
v   Kemasaman : Botol
-   Produsen : Magenta ,Yogyakarta
-   Tanggal pembuatan : -
-   Tanggal kadaluarsa : -
v   Aplikasi :
-   Cara penggunaan : Jika sebelum tanam, dicampurkan dengan media tanam. Untuk setelah tanam, ditaburkan dan dibenamkan di sekitar perakaran.

 3. Pupuk NPK Hydro Complex Partner 12-11-18 (S)
v   Sifat Fisik :
-    Bentuk : Butiran prill
-    Warna : Abu – abu
-    Higroskopisitas : Ada
v   Sifat Kimia
-   Senyawa Kimia : N (NH4 dan NO3), P2O5, K2O, MgO, Sulfur, Iron, Zinc, Manganese, Boron
-    Kadar hara :      NH4  : 7,30%                   Sulfur : 8,00%
                                     NO3  : 5,10%                   Fe       : 9,35%
                                     P2O5 : 11%                      Zinc    : 0,02%
                                     K2O  : 18%                      Mn     : 0,02%
                                     MgO :  3%                      Boron  : 0,015%
-    Sifat fisiologis / kemasaman : -
v    Kemasan : Plastik
Produsen : PT. Meroke Tetap Jaya Indonesia
Tanggal pembuatan : -
Tanggal kadaluarsa : -
v    Aplikasi
-    Cara penggunaan : Ditabur merata atau secara larikan
-    Takaran penggunaan : -
v    Keterangan : Disimpan di tempat yang kering

4. KNO putih (Chili Ultra K)

v    Sifat fisik
-     Bentuk : Butiran
-     Warna : Putih
-     Higroskopisitas : Ada
v    Sifat Kimia
-    Senyawa kimia dan kadar :      N : 13%                       K2O : 45%
-    Sifat fisiologis /kemasaman : -
v     Kemasaman : Plastik
Produsen : CV. Saprotan Utama, Semarang
Tanggal pembuatan : -
Tanggal kadaluarsa : -
v     Aplikasi
-    Cara : Ditabur atau dilarutkan dalam air
-    Takaran:
Kentang : 150-250 kg/ha             Tomat : 150-200 kg/ha
Kopi : 150- 200 kg/ha                  Kapas : 50-100 kg/ha
Cabe : 50 kh/ha
v  Keterangan : Untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan serta memperlambat pembusukan buah.    

5. Fertile
v     Sifat fisik
-     Bentuk : Cair
-     Warna : Cokelat
-     Higroskopisitas : Tidak ada
v     Sifat kimia dan kadar hara
                     M : 13,86%                              K2O : 14%
                     P2O5 : 8%                                 Bahan Organik : 40%
v     Kemasan : Plastik
                     Produsen (Marketing) : Ademia, Bandung
                     Tanggal pembuatan : -
                     Tanggal kadaluarsa : -
v     Aplikasi
-    Cara pemakaian : Dicor atau disemprot
-    Takara:
             Sayur - sayuran: 7 hari sekali, 3-6 kali 1,5-2cc/liter mulai 7 Hst.
         Tanaman pangan : 1 minggu sebelum berbunga, saat berbunga, setelah berbuah                   1,5-2cc/liter
Semangka : 10 Hst, 7 hari sekali hingga berbuah
Bunga – bungaan : Mulai 10 Hts 1,5-2cc/liter setiap 7 hari
Buah tahunan : 2cc/liter 7 hari sekali, 3-5 kali
v     Keterangan : Organik pelengkap

V.     PEMBAHASAN
Pupuk merupakan setiap bahan yang diberikan ke dalam tanah atau  disemprotkan pada tanaman dengan maksud untuk menambah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Pengertian lain dari pupuk adalah suatu bahan yang diberikan ke dalam tanah dan atau tanaman dengan maksud untuk mengubah kondisi fisik, kimia, dan hayati dari tanah dan atau tanaman sehingga sesuai dengan tuntutan tanaman.
Fungsi pupuk terhadap kesuburan tanah adalah untuk menambah dan menyuburkan tanah, apalagi pupuk sekarang sudah  menggunakan unsur hara, humus, dan bahan organik yang dapat mengakibatkan dampak jangka panjang bagi kesuburan tanah ; Pupuk menyediakan nutrisi bagi tanah, secara kimia tanah yang diberi pupuk akan mengalami perbaikan struktur tanah ; Menghidupkan kembali jasad renik yang ada pada tanah ; Pupuk organik dirancang agar ramah lingkungan ; Merangsang tanaman agar tumbuh bagus ; Melindungi tanaman dari hama dan penyakit ; Menaikkan mutu dan produktivitas hasil tanam.
Berdasarkan pada proses terjadinya, pupuk dapat digolongkan menjadi 2 golongan, ke 2 golongan itu adalah sebagai berikut:
  1. Pupuk Buatan: Adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan meramu bahan kimia (anorganik) dengan kadar hara yang tinggi.  
  2. Pupuk Alam: Adalah pupuk yang terjadi dari akibat mekanisme alam terhadap bahan-bahan alami melalui proses degradasi dan dekomposisi.
Berdasarkan pada kandungan kimia dari bahan pupuknya pupuk dapat digolongkan menjadi 2, ke 2 golongan pupuk tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Pupuk Organik: Yaitu pupuk yang terdiri dari senyawa-senyawa organik seperti C, H, dan O. 
  2. Pupuk Anorganik: Yaitu pupuk yang tersusun atas senyawa-senyawa anorganik.
Pupuk berdasarkan kandungan unsur haranya dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
  1. Pupuk tunggal, yaitu pupuk yang hanya mengandung satu macam unsur hara (misalnya : Urea, ZK, dan TSP). 
  2. Pupuk majemuk, yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu macam unsur hara (misalnya : DAP).
Nilai suatu pupuk ditentukan oleh sifat-sifatnya, dan sifat – sifat itu adalah sebagai berikut :
  1. Kadar unsur. Pada dasarnya makin tinggi kadar unsur, makin baik atau makin tinggi nilainya. Kadar ini dinyatakan dalam %. 
  2. Higroskopisitas (kemampuan menyerap air). Jika pupuk menyerap atau menarik air maka akan mengakibatkan menjadi basah, melunak, mencair, mengering maka akan mengeras 
  3. Kelarutan. Hal ini menentukan mudah tidaknya unsur itu diserap oleh tanaman. Biasanya pupuk yang mengandung unsur N dan K mudak sekali larut dalam air, sedangkan pupuk P biasanya sukar larut dalm air. 
  4. Kemasaman (pH). Pupuk ada yang beraksi asam, basa, dan netralis. 
  5. Kecepatan bekerjanya. Yaitu waktu yang diperlukan dari pemupukan sampai diserap tanaman. Ada yang cepat diserap, sedang dan lambat.
Higroskopisitas adalah mudah tidaknya pupuk menyerap uap air yang ada di udara. Pupuk yang higroskopis kurang baik karena mudah menjadi basah atau mencair bila tidak tertutup.  Bila kelembapan udara menurun, pupuk dapat menjadi kering kembali tetapi terjadi bongkah-bongkah yang keras. Pada suhu udara rata-rata berbagai jenis pupuk mulai menarik uap air pada kelembapan nisbi udara lebih dari 50 %.  Di Indonesia kelembapan nisbi udara rata-rata sekitar 80 %, sehingga pupuk yang mudah menarik air (higroskopis) seperti urea akan menjadi rusak kalau tidak disimpan dengan baik.  Untuk mengurangi higroskopisitas tersebut biasanya pupuk dibuat menjadi butir-butiran sehingga luas permukaan yang menarik air menjadi berkurang.   Kadang-kadang butiran tersebut juga diberi lapisan penahan air, yang hanya dapat menyerap air jika kadar air cukup banyak.
Dikarenakan banyaknya keragaman sifat pupuk sehingga diperlukan SNI (Standar Nasional Indonesia) sebagai acuan untuk memilih jenis pupuk yang sesuai dengan kebutuhan dan ramah lingkungan. Dengan penerapan SNI, pemerintah berkeinginan meningkatkan mutu pupuk guna peningkatan keberhasilan ketahanan pangan. Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk menjaga mutu dan ketersediaan pupuk, menciptakan persaingan usaha yang sehat serta memberikan perlindungan kepada konsumen dengan memelihara kelestarian lingkungan. Pemberlakuan SNI wajib ini berlaku bagi pupuk dalam kemasan dan atau curah juga berlaku bagi pupuk yang dipergunakan untuk pertanian dan perkebunan. Sementara pupuk asal impor harus dilampiri dokumen sertifikat analisis atau Certificate of Analysis/CoA serta telah memenuhi pengujian oleh laboratorium pengujian yang telah melakukan nota kesepahaman dengan LSPro di Indonesia. Bila pemerintah menemukan ada pupuk dari impor yang tidak memenuhi ketentuan SNI wajib maka dilarang masuk ke daerah Pabean Indonesia dan akan direekspor atau dimusnahkan. Sedangkan pupuk hasil produksi dalam negeri bila tidak memenuhi SNI wajib juga terlarang peredarannya.

VI.  PENUTUP
A.        Kesimpulan
1.      Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, ataupun biologi tanah sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah.
2.      Berdasarkan bahannya, pupuk terbagi menjadi 3 yaitu pupuk tunggal, pupuk majemuk dan pupuk alternatif atau pembenah tanah.
3.      Pupuk memiliki berbagai macam sifat, yaitu kadar unsur, higroskopisitas, kelarutan, kemasaman (pH) dan waktu yang diperlukan dari pemupukan sampai diserap tanaman .

B.        Saran
Macam dan jumlah unsur hara yang tersedia di dalam tanah bagi pertumbuhan tanaman pada dasarnya harus berada dalam keadaan yang cukup dan seimbang agar tingkat produksi yang diharapkan dapat tercapai dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Jenis-Jenis Pupuk dan Cara Aplikasinya. <http://eone87.wordpress.com/2010/04/03/jenis-jenis-pupuk-dan-cara-aplikasinya/>. Diakses tanggal 16 November 2011.
Badan Penelian Pertanian BPTP. 2001. Pembuatan Pupuk Organik dan Penggunaannya Pada Tumpang Sari Bawang Merah dan Cabe Merah.  Proyek Pembinaan Kelembagaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Yogyakarta.
Foth, H.D. 1991. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Ifansyah, H. dan B.J. Priatmadi. 2003. Nitrogen di tanah sawah pasang surut yang ditanami padi lokal tanpa pemupukan. Jurnal Tanah Tropika 7: 87 – 96.
Kemas, Ali Hanafiah. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Nasih.2010. Pengertian Pupuk. <http://nasih.wordpress.com/2010/06/08/pengertian-pupuk/>.Diakses tanggal 16 November 2011.
Siregar, Hadrian. 1981. Budidaya Tanaman Padi di Indonesia. Sastra Hudaya, Bogor.
Welch, L.F., Johnson, O.E. Mc Kibben, L.V. Boone dan J.W. Pendleton. 1966. Relative efficiency of broadcast versus banded potassium for corn. Agronomy Journal 58 : 618 – 621.
Yuwono, N dan A. Roesmarkam. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...