"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

6 Juni 2009

Hikmah dalam Kisah Lukman Hakim

DOWNLOAD
Telah dikatakan dalam kitab “Atlas Al-Qur’an” oleh Doktor Syauqi Abu Kholil: sesungguhnya Lukman Hakim Ibnu Ukhti Ayub atau Ibnu Kholatibi, dan dari Ibnu Abbas bahwasanya dia bukanlah nabi dan juga bukan raja, akan tetapi dia adalah seorang budak yang telah dimardekakan oleh tuannya, yang suatu hari ia disuruh untuk menyembelih kambing, dan agar mengeluarkan darinya daging yang paling baik, maka Lukman Hakim mengeluarkan lidah dan hati dari kambing tersebut, kemudian tuannya menyuruh yang demikian itu detelah hari-hari yang lain dan juga agar mengeluarkan dari kambing itu yang paling jelek, maka ia mengeluarkan lidah dan hati juga. Maka tuannya bertanya tentang hal itu, maka Lukman Hakim bekata tentang apa-apa yang paling baik pada keduanya apabila senang, dan jelek tentang apa-apa yang didalamnya apabila terdapat kejelekan.
Maka dari itu, tuannya mengembil kaidah bahwa Lukman Hakim adalah pemuda atau orang adil yang agung dan dicintai, maka manusia menghormatinya dan mendengarkan kepadanya walaupun ia fakir. Dia bekerja kadang-kadang sebagai penjahit dan juga tukang kayu. Maka Allah SWT telah memberi pikiran yang cerdas dan hati yang penuh dengan keikhlasan dan agama yang kuat, sampai-sampai Allah SWT memakainya dalam surat Lukman dengan ayat yang banyak dan jelas, dan dia menasehati anak-anaknya dengan nasehat yang bermanfaat dan berguna, sebagaimana firman Allah ta’ala: “ hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kedzaliman yang sangat besar” (Lukman: 13). “hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah manusia berbuat yang baik dan cegahlah dari pebuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia, dan janganlah kamu berjalan di atas bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi menyombongkan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan, dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai” (Lukman: 17-19).
Jika kita pahami tentang nasehat-nasehat itu, kita telah menemukan bahwa beriman kepada Allah SWT dan kemampuanNya yang sempurna menjadi dasar untuk seluruh amal-amal soleh, maka janganlah mengejakan jika belum yakin bahwa itu adalah berpahala dengan pahala yang paling sempurnanya. Firman Allah ta’ala: “barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjaka kejahatan seberat dzarahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula”.
Dan dari amal-amal sholeh adalah sholat, jihad di jalan Allah, dan menyuruh kepada kabaikan dan melarang kepada yang mungkar, sabar atas musibah, berakhlak dengan akhlak yang mulia, seperti ihsan dan menyayangi manusia dan menjaga di dalam perkataan dan perilaku dan pergaulan, dan jika kalian telah mengerjakan amal-amal sholeh ini, maka Allah akan mencintai kalian, maka akan dijelaskan atau diterangkan kepada jalan, yaitu jalan pertolongan pada masa depan. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian semua.

Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...