"salah satu amal yang tidak akan putus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat"

6 Januari 2009

Ringkasan Sistem Ekskresi

Download file format ms.word di sini

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Penulisan
1.3.1 Untuk mengetahui struktur sistem ekskresi pada makhluk hidup.
1.3.2 Mengetahui fungsi sistem ekskresi pada makhluk hidup.
1.3.3 mengetahui hal-hal yng berhubungan dengan sistem ekskresi.

1.2 Langkah Penulisan
1.1.1 menyeleksi dan mengkaji berbagai literature yang berhubungan dengan system ekskresi.
1.1.2 meringkas data-data yang diperoleh serta menyajikannya dalam bentuk makalah


BAB II
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

2.1 Ren
2.1.1 Fungsi
2.1.1.1 Ekskresi zat sisa (toksit); urea, asam urat, kreatinin, kreatin
2.1.1.2 Mengatur volume plasma darah dan jumlah air dalam tubuh
2.1.1.3 menjaga tekanan osmosis; mengatur ekskresi garam
2.1.1.4 mengatur pH plasma dan cairan tubuh, dengan ekskesi urine (asam / basa)
2.1.1.5 sebagai hormon; menghasilkan renin dan eritropoietrin (fungsi endokrin.
2.1.2 Struktur
2.1.2.1 korteks
2.1.2.2 medula
2.1.2.3 pelvis renalis
pada nefron terdiri dari badan malpighi (kapsula bowman dan glomerolus) dan tubulus kontorti (tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dan tubulus kontortus distal).
2.1.3 Proses Pembentukan Urine
2.1.3.1 filtrasi (penyaringan)
2.1.3.2 Reabsorbsi (penyerapan kembali)
2.1.3.3 Augmentasi (pengeluaran zat sisa yang tidak diperlukan / disimpan lagi dalam tubuh)





2.1.4 Gangguan Ginjal



2.2 Kulit
2.2.1 Fungsi
Alat ekskresi; mengekskresikan keringat dan minyak
Pengatur suhu tubuh
Pelindung tubuh dari berbagai rangsangan eksternal
2.2.2 Struktur
2.2.2.1 Epidermis:
2.2.2.1.1 stratum korneum : lapisan mati yang selalu mengalami deskuamasi (mengelupas / kehilangan sisik).
2.2.2.1.2 stratum lusidum
2.2.2.1.3 stratum granulosum : mengandung melanin (pigmen hitam pada kulit) yang dihasilkan oleh melanosit.
2.2.2.1.4 stratum germinativum :
2.2.2.1.4.1 Stratum spinosum : daerah proliferasi (perbanyakan) sel.
2.2.2.1.4.2 Stratum basale : daerah awal terjadinya keratinisasi (pembentukan zat tanduk / keratin)
2.2.2.2 Dermis. Sebagian besar terdiri dari serat kolagen, retikuler, dan elastin.
2.2.2.2.1 Akar rambut
2.2.2.2.2 Pembuluh darah
2.2.2.2.3 Saraf
2.2.2.2.4 Glandula sebasea (kelenjar minyak)
2.2.2.2.5 Glandula sudorifera (kelenjar keringat)
2.2.2.2.6 Lapisan lemak



2.3 Hepar
2.3.1 Fungsi
Memecah senyawa racun / menetralkan racun
Menghasilkan amonia, urea, asam urat, enzim arginase, dan empedu
Tempat perombakan eritosit
Tempat pembentukan dan perombakan protein tertentu
Menyimpan gula dalam bentuk glikogen

2.3.2 Struktur
2.3.2.1 Kapsula hepatis (selaput luar hati)
2.3.2.2 Kapsula glison (jaringan ikat)
2.3.2.3 Lakuna (ruang sel)

2.4 Pulmo
2.4.1 Fungsi
Alat ekskresi CO2 dan H2O
Alat respirasi


BAB III
SISTEM EKSKRESI PADA VERTEBRATA






BAB IV
SISTEM EKSKRESI PADA AVERTEBRATA





BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
7.1.1 Setiap tingkatan makhluk hidup memiliki alat dan sistem ekskresi berbeda-beda.
7.1.2 Tingkat perkembangan ginjal dari yang paling sederhana adalah : pronefros ? mesonefros ? metanefros
7.1.3 Proses pembentukan urine dipengaruhi oleh faktor hormon dan jumlah air yang diminum.



DAFTAR PUSTAKA


Kuswinarno dan Isnardiyanti, Sri. Acuan Pengayaan Biologi SMA Kelas XI Semester 2. Solo: CV. Shindunata. 2006.
Encarta ® World English Dictionary © 1998 – 2004 Microsoft Corporation.
Aryuliana, Diah. 2004. Biologi SMA dan MA Untuk Kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga.





Baca juga

Kerja Sambilan Mudah dan Halal di Survei Online Berbayar #1

Mendapatkan bayaran dari mengisi survei sudah bukan hal asing . Lebih dari 70% orang online untuk mengisi survei . Mereka biasanya menj...